Badan Gizi Nasional Perkuat Sinergi dengan Dunia Usaha untuk Dukung Generasi Sehat Produktif
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menegaskan pentingnya kemitraan publik dan swasta dalam memperluas jangkauan program gizi.
Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat kerja sama dengan dunia usaha untuk mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat dan produktif. Sinergi tersebut diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berbasis gizi, penyediaan makanan tambahan bergizi di sekolah maupun kawasan kerja, serta dukungan langsung perusahaan terhadap program gizi keluarga.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menegaskan pentingnya kemitraan publik dan swasta dalam memperluas jangkauan program gizi.
"Program ini dijalankan secara menyeluruh dan adil bagi seluruh kelompok tanpa diskriminasi. Perubahan kelompok penerima manfaat hanya dapat ditetapkan oleh Presiden. Berdasarkan perpres tersebut program ini dilakukan secara menyeluruh (inklusif)," ujar Dadan dalam sebuah kesempatan.
BGN mencatat sejumlah perusahaan sudah terlibat dalam penyediaan dukungan gizi, di antaranya PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk yang menandatangani nota kesepahaman untuk mendukung infrastruktur energi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta ID FOOD yang berperan sebagai BUMN pangan penyedia bahan bergizi.
Selain itu, berbagai perusahaan swasta telah menyalurkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di sekolah dan komunitas sekitar lokasi operasional mereka. Model kemitraan ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat reputasi sosial perusahaan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Program MBG yang dijalankan BGN saat ini telah menjangkau ribuan sekolah di sejumlah provinsi dan akan diperluas pada 2025. Perusahaan juga didorong berkontribusi menyediakan katering bergizi untuk siswa, fasilitas dapur, hingga pengadaan layanan pemenuhan gizi di kawasan kerja.
Menurut BGN, dukungan dunia usaha juga dibutuhkan untuk memperkuat gizi keluarga, termasuk pemberian makanan bergizi bagi ibu hamil, menyusui, dan balita. Sejumlah inisiatif CSR di bidang ini terbukti membantu mengurangi risiko stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.
Meski peluang kemitraan semakin besar, BGN menekankan pentingnya koordinasi, standar mutu pangan, dan pengawasan agar program berjalan efektif. Pemerintah telah menyiapkan mekanisme registrasi mitra melalui platform resmi BGN untuk memastikan transparansi.
"Anggaran, SDM, dan infrastruktur harus berjalan beriringan. Peran swasta penting untuk mengisi celah kapasitas operasional di lapangan," tambah Dadan.
Dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, BGN optimistis target Indonesia Emas dapat dicapai melalui generasi yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing.