AWKI Soroti Pentingnya Perlindungan Ojol Perempuan, Siapkan Bantuan Hukum dan Kolaborasi Strategis
Aliansi Wirausaha Kebangsaan Indonesia (AWKI) menyoroti krusialnya perlindungan bagi pengemudi ojol perempuan yang rentan risiko. Organisasi ini menyiapkan skema bantuan hukum dan kolaborasi strategis untuk mendukung mereka.
Aliansi Wirausaha Kebangsaan Indonesia (AWKI) menegaskan pentingnya perlindungan komprehensif bagi pengemudi ojek daring (ojol) perempuan di Indonesia. Mereka menghadapi berbagai risiko tinggi di jalan raya saat menjalankan profesinya yang penuh tantangan.
Sorotan ini mengemuka dalam peringatan Hari Kartini yang dirangkai dengan acara Halalbihalal di Tebet, Jakarta Selatan, pada Sabtu. AWKI berencana menyiapkan skema bantuan hukum sebagai bentuk dukungan nyata.
Ketua Umum AWKI, Robertus Rani Lopiga, menyatakan bahwa ojol perempuan adalah sosok tangguh yang berperan ganda dalam keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, perhatian serius melalui langkah konkret sangat dibutuhkan untuk mereka.
Perlindungan Hukum dan Pembinaan Organisasi untuk Ojol Perempuan
AWKI berkomitmen untuk menghadirkan perlindungan hukum bagi para pengemudi ojol perempuan yang kerap menghadapi berbagai masalah. Kondisi kerja yang penuh risiko mendorong AWKI untuk memberikan keberpihakan nyata kepada kelompok ini.
Ketua Umum AWKI, Robertus Rani Lopiga, menegaskan rencana penyediaan bantuan hukum khusus. Bantuan ini akan menyasar pengemudi ojek online yang mengalami kendala, termasuk isu terkait perempuan dan anak.
Selain itu, AWKI juga aktif mengajak para ojol perempuan untuk bergabung dalam jejaring pembinaan organisasi. Langkah ini bertujuan untuk menjaga dan mendukung perjuangan mereka yang bekerja pagi, siang, hingga malam demi keluarga.
Kolaborasi Strategis untuk Peningkatan Kapasitas
Sekretaris Jenderal AWKI, Peter Julio Tarigan, menyatakan bahwa inisiatif ini akan menjadi agenda berkelanjutan. Kolaborasi lintas komunitas akan terus diperluas untuk memperkuat dukungan.
Dewan Pembina AWKI, Ahmad Dipo Ditiro Latief, melihat ojol perempuan sebagai kekuatan sosial yang harus dirangkul bersama. Ia juga membuka peluang kerja sama dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) untuk mendukung peningkatan kapasitas ojol perempuan.
Melalui kerja sama dengan IMI, para ojol perempuan diharapkan dapat mengikuti pelatihan safety riding, mendapatkan bantuan teknis, serta road assistance saat menghadapi kendala di jalan.
Penguatan Ekonomi dan Adaptasi Teknologi Kendaraan Listrik
Penguatan perlindungan sosial bagi ojol perempuan juga akan diiringi dengan penguatan ekonomi melalui kerja sama internasional. Ketua Bidang Maritim dan Logistik AWKI, Rudolf Tampubolon, menyebutkan adanya penjajakan dengan China.
AWKI membentuk tim B2B matching dengan China, termasuk membahas teknologi fast charging kendaraan listrik atau electric vehicle. Kerja sama ini diharapkan berdampak langsung pada ojol yang beralih ke motor listrik.
Rudolf menjelaskan, banyak pengemudi ojol kini mulai menggunakan motor listrik. Dukungan ini akan sangat membantu operasional mereka di masa depan, seiring dengan transisi energi.
Semangat Kartini dalam Agenda Tahunan AWKI
Ketua Panitia Acara, Nyimas Choiriyah Halim, menjelaskan kegiatan ini mengusung tema "Srikandi Cinta Indonesia, Menginspirasi dan Mengabdi Membangun Negeri". Tema ini memadukan semangat Hari Kartini dengan kebersamaan pasca-Idul Fitri.
Acara tersebut dihadiri oleh 57 pengemudi ojol perempuan dan aktivis perempuan, menjadi wadah silaturahmi dan pembinaan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan AWKI.
Nyimas Choiriyah Halim juga menekankan komitmen AWKI untuk melindungi ojol perempuan melalui pendekatan organisasi dan hukum. Perlindungan ini akan diwujudkan dalam wadah pembinaan dari AWKI dan bidang-bidang hukum terkait.
Sumber: AntaraNews