Arahan Tegas Prabowo, Menteri Diminta Cermat Tanggapi Tarif Trump
Presiden Prabowo meminta seluruh pejabat tinggi negara untuk tidak memberikan komentar atau pendapat pribadi.
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan tegas kepada jajaran kabinetnya untuk bersikap hati-hati dan cermat dalam menyikapi dampak kebijakan tarif yang diterapkan oleh pemerintahan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, menyusul dinamika politik dan ekonomi global yang dapat berdampak pada stabilitas dalam negeri Indonesia.
"Sebagai bagian dari komunitas internasional, Indonesia, meskipun tidak secara langsung (terlibat), pasti terkena dampak dari situasi tersebut. Kewajiban kami sebagai pemimpin harus cermat dalam menyikapinya, guna menjaga agar situasi dalam negeri tetap kondusif," kata Prasetyo kepada wartawan, Minggu (6/4).
Prabowo Minta Pejabat Tahan Diri Beri Komentar Pribadi
Dalam penjelasannya, Prasetyo menegaskan, Presiden Prabowo meminta seluruh pejabat tinggi negara untuk tidak memberikan komentar atau pendapat pribadi mengenai kebijakan tarif AS, demi menghindari polemik dan menjaga stabilitas nasional.
"Bapak Presiden menekankan agar kami semua, menahan diri untuk tidak memberikan komentar ataupun pendapat atas penerapan kebijakan tarif yang dilakukan oleh Amerika Serikat tersebut," ucap politisi Gerindra ini.
Menteri Tetap Bicara Sesuai Kewenangan
Kendati demikian, Prabowo tetap memberikan ruang bagi menteri-menteri terkait untuk menyampaikan pernyataan resmi, asalkan sesuai dengan kapasitas, kewenangan, dan tetap menjaga ketenangan publik.
"Menko Perekonomian, Menteri Luar Negeri, dan Menteri Keuangan dipersilakan untuk menyampaikan komentar sesuai porsinya dengan tujuan untuk menjaga stabilitas dan situasi tetap kondusif, utamanya bidang ekonomi dalam negeri," pungkas Prasetyo.