Anggota DPR Ingatkan Pentingnya Menjaga Alam untuk Cegah Bencana di Masa Depan
Anggota DPR RI Siti Mukaromah menekankan pentingnya menjaga alam sebagai langkah krusial untuk mencegah bencana alam yang mengancam, mengajak masyarakat dan pemerintah bersinergi dalam penanganannya.
Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah, mengingatkan seluruh lapisan masyarakat mengenai urgensi menjaga kelestarian alam sebagai langkah preventif guna menghindari potensi bencana alam yang kerap melanda berbagai wilayah di Indonesia pada masa mendatang. Pernyataan ini disampaikan saat ditemui di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada hari Sabtu, 20 Desember 2025. Berbagai musibah yang terjadi saat ini merupakan bentuk peringatan bagi manusia untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
Menurut Siti, hubungan antara perilaku manusia dan kondisi alam tidak dapat dipisahkan, di mana kerusakan lingkungan akan berdampak langsung pada keselamatan jiwa. Dia menegaskan bahwa mencintai diri sendiri berarti juga harus mencintai alam, demi keamanan dan keselamatan hidup di masa mendatang. Hal ini menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran kolektif.
Legislator yang akrab disapa Mbak Erma ini juga menyoroti kondisi pascabencana yang menimpa wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang memerlukan penanganan luar biasa. Dia mendorong negara untuk hadir secara maksimal guna memastikan penyaluran bantuan yang cepat dan tepat sasaran kepada para korban. Keterlambatan bantuan akan memperparah penderitaan para penyintas.
Urgensi Kelestarian Lingkungan sebagai Benteng Bencana
Siti Mukaromah dari Komisi VII DPR RI secara tegas menyampaikan bahwa menjaga kelestarian alam adalah langkah preventif paling efektif untuk menghindari bencana. Berbagai musibah yang kerap melanda Indonesia merupakan sinyal kuat bagi seluruh elemen masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi lingkungan. Kerusakan ekosistem akibat ulah manusia akan selalu berujung pada ancaman terhadap keselamatan jiwa.
“Ketika kita mencintai diri kita, kita harus mencintai alam kita. Jika ingin mempunyai rasa keamanan dan keselamatan dalam kehidupan, kita juga harus mengamankan serta menyelamatkan wilayah kita,” ujar Siti Mukaromah. Ia menambahkan bahwa untuk memiliki rasa aman dan selamat dalam kehidupan, masyarakat wajib mengamankan serta menyelamatkan wilayah tempat tinggalnya. Kesadaran kolektif ini menjadi fondasi utama dalam membangun ketahanan terhadap potensi bencana di masa depan.
Perlindungan terhadap alam bukan hanya sekadar kewajiban, melainkan juga investasi jangka panjang bagi keamanan generasi mendatang. Tanpa adanya kesadaran kolektif untuk memelihara ekosistem, risiko bencana serupa akan terus mengintai wilayah-wilayah rentan di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan lingkungan.
Sinergi Penanganan Bencana dan Kehadiran Negara yang Maksimal
Mbak Erma, sapaan akrab Siti Mukaromah, menyoroti kondisi pascabencana yang menimpa wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia mengaku menerima banyak laporan mengenai para korban yang masih sangat membutuhkan penanganan luar biasa dan bantuan segera. Keterlambatan bantuan hanya akan memperparah penderitaan para penyintas.
Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah untuk hadir secara maksimal guna memastikan bantuan tersalurkan dengan cepat dan tepat sasaran. Kehadiran negara yang sigap dalam fase tanggap darurat sangat krusial untuk meminimalisir dampak buruk bencana. Ini menunjukkan pentingnya peran pemerintah dalam melindungi warganya.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama agar titik terang penanganan korban segera tercapai. Kolaborasi yang efektif akan memastikan masyarakat tidak terus-menerus berada dalam kondisi memprihatinkan. “Kita harapkan semuanya bergerak, termasuk pemerintah agar kondisi itu tidak terus-menerus,” katanya, menekankan perlunya respons terpadu.
Introspeksi Diri dan Tanggung Jawab Kolektif Lingkungan
Selain upaya tanggap darurat, Siti Mukaromah mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan setiap bencana sebagai momentum introspeksi diri. Bencana alam harus dilihat sebagai panggilan untuk mengevaluasi kembali bagaimana interaksi manusia dengan lingkungan. Ini adalah kesempatan untuk memperbaiki perilaku dan kebiasaan yang merugikan alam.
Publik juga diajak untuk mulai memelihara lingkungan dari hal terkecil di sekitar tempat tinggal masing-masing. Tindakan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, menanam pohon, atau menghemat energi merupakan bentuk tanggung jawab kolektif terhadap bumi. Setiap kontribusi kecil memiliki dampak besar jika dilakukan secara massal.
“Mari kita bersama-sama mencintai, melindungi, dan juga memelihara diri serta lingkungan kita yang ada saat ini,” tegas legislator asal Daerah Pemilihan Jawa Tengah VIII (Banyumas dan Cilacap) tersebut. Pesan ini menekankan bahwa perlindungan alam adalah tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui kesadaran dan tindakan nyata dari setiap individu.
Sumber: AntaraNews