Anggaran Penanganan Bencana Mukomuko 2026: Dinsos Siapkan Rp265 Juta di Tengah Efisiensi
Dinas Sosial Mukomuko mengalokasikan Rp265 juta untuk anggaran penanganan bencana pada tahun 2026, meski menghadapi efisiensi anggaran yang memicu kekhawatiran terhadap kualitas layanan.
Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, melalui Dinas Sosial, telah mengalokasikan dana sebesar Rp265 juta untuk penanganan dampak bencana alam sepanjang tahun 2026. Anggaran ini disiapkan untuk mendukung masyarakat terdampak berbagai musibah yang mungkin terjadi.
Kepala Bidang Rehabilitasi, Perlindungan, dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko, Zoni Fourwanda, menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan Dinsos tahun ini adalah penanganan bencana dan rehabilitasi sosial. Ini menunjukkan komitmen daerah dalam melindungi warganya.
Alokasi dana tersebut akan digunakan untuk menyediakan bantuan penting bagi korban bencana seperti kebakaran, angin puting beliung, dan banjir. Langkah ini bertujuan memastikan masyarakat yang membutuhkan mendapatkan dukungan segera.
Prioritas Penanganan Bencana dan Rehabilitasi Sosial
Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko menegaskan prioritasnya dalam penanganan bencana dan rehabilitasi sosial bagi warga terdampak. Kegiatan ini mencakup dukungan langsung pemerintah daerah kepada masyarakat yang mengalami musibah. Bantuan disalurkan untuk meringankan beban para korban.
Zoni Fourwanda menyebutkan bahwa bantuan yang disediakan meliputi berbagai jenis bahan material konstruksi. Material ini krusial untuk pembangunan tempat penampungan pengungsi serta perbaikan rumah warga yang rusak.
Selain itu, Dinsos juga menyalurkan bantuan pangan dan sandang. Bantuan ini ditujukan bagi keluarga korban bencana alam yang sangat membutuhkan. Dukungan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka pasca-bencana.
Rincian Anggaran Penanganan Bencana Mukomuko 2026
Anggaran penanganan bencana yang disiapkan oleh Dinas Sosial Mukomuko pada tahun 2026 mencapai sekitar Rp265 juta. Dana ini dialokasikan secara spesifik untuk dua kategori utama.
Sebesar Rp195 juta dari total anggaran tersebut dialokasikan untuk bantuan bahan konstruksi. Dana ini akan digunakan untuk pengadaan material penting guna perbaikan infrastruktur.
Sementara itu, Rp70 juta sisanya diperuntukkan bagi bantuan pangan. Alokasi ini memastikan ketersediaan makanan bagi korban bencana yang membutuhkan dukungan nutrisi.
Tantangan Efisiensi dan Dampaknya pada Layanan
Anggaran penanganan bencana di Dinas Sosial Mukomuko tahun ini mengalami penurunan signifikan, sekitar 50 persen, dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini merupakan dampak dari kebijakan efisiensi anggaran daerah.
Zoni Fourwanda mengungkapkan kekhawatirannya bahwa efisiensi ini dapat berimbas negatif pada kualitas layanan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Dinsos. Kualitas layanan selama ini dinilai masih rendah.
Oleh karena itu, Dinsos Mukomuko berharap adanya penambahan anggaran di masa mendatang. Penambahan ini penting untuk memastikan penanganan dampak bencana alam dapat berjalan optimal dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Komitmen Berkelanjutan dan Penerima Bantuan Terbanyak
Pemerintah daerah melalui Dinas Sosial telah menunjukkan konsistensi dalam menyiapkan anggaran penanganan dampak bencana alam. Komitmen ini terlihat selama dua tahun terakhir secara berkesinambungan.
Dari berbagai insiden bencana alam yang terjadi, keluarga korban kebakaran rumah menjadi penerima bantuan bahan material konstruksi terbanyak dari pemerintah daerah. Ini menunjukkan frekuensi dan dampak kebakaran di wilayah tersebut.
Setelah korban kebakaran, warga yang rumahnya rusak akibat angin kencang juga menjadi penerima bantuan material konstruksi yang signifikan. Pola ini mengindikasikan jenis bencana dominan di Mukomuko yang memerlukan perhatian khusus.
Sumber: AntaraNews