Aksi Bersih Pantai Palu: DLH Palu Wujudkan Gerakan Indonesia Asri di Teluk Palu
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Palu bersama TNI/Polri dan instansi terkait menggelar aksi bersih pantai di Teluk Palu, bagian dari Gerakan Indonesia Asri yang diinstruksikan Presiden, mengangkut 3 ton sampah untuk wujudkan lingkungan bersih dan indah.
Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Sulawesi Tengah, baru-baru ini menggelar aksi bersih pantai di kawasan wisata Teluk Palu. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Bersih dan Indah (Asri) yang diinstruksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Aksi ini bertujuan untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan pesisir kota.
Sekretaris DLH Palu, Ibnu Mundzir, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan kolaborasi erat antara DLH Palu, TNI/Polri, dan berbagai perangkat daerah lainnya. Partisipasi aktif dari berbagai pihak menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan kota yang bersih dan tertata rapi. Fokus utama adalah penataan estetika kota, khususnya di tempat wisata dan area pasar.
Aksi bersih pantai ini tidak hanya membersihkan sampah, tetapi juga menyingkirkan berbagai ornamen liar yang dianggap mengganggu pemandangan. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik kawasan wisata dan pusat ekonomi perkotaan, sejalan dengan program prioritas Pemkot Palu di bidang kebersihan lingkungan.
Mendorong Gerakan Indonesia Asri di Kota Palu
Gerakan Indonesia Asri yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi landasan utama bagi pelaksanaan aksi bersih pantai di Teluk Palu. Inisiatif ini menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah di seluruh wilayah Indonesia. Kota Palu merespons instruksi ini dengan serius, menjadikannya bagian dari agenda pembangunan daerah.
Sekretaris DLH Palu, Ibnu Mundzir, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan program prioritas Pemerintah Kota Palu dalam bidang kebersihan. Pemkot Palu secara konsisten melakukan pembenahan terhadap lingkungan perkotaan. Hal ini dilakukan demi menciptakan kota yang lebih nyaman dan menarik bagi warga serta wisatawan yang berkunjung.
Penataan estetika kota menjadi salah satu fokus utama dalam gerakan ini, terutama di area wisata dan pasar. Berbagai ornamen liar yang merusak pemandangan ditertibkan untuk mengembalikan keindahan alami kawasan tersebut. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan citra Kota Palu sebagai destinasi yang bersih dan terawat.
Kolaborasi Lintas Sektor Hasilkan Tiga Ton Sampah Terangkut
Aksi bersih pantai di Teluk Palu melibatkan sekitar 400 personel dari berbagai instansi, menunjukkan sinergi yang kuat antar lembaga. Personel TNI dari Kodam XXIII/Palaka Wira, Polda Sulteng, Polresta Palu, Pol Airud, DLH Kota Palu, serta Satpol-PP turut serta dalam kegiatan ini. Keterlibatan banyak pihak ini memperlihatkan semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini didukung oleh empat unit armada milik DLH Palu, terdiri dari kendaraan roda enam dan roda empat. Armada tersebut sangat membantu dalam mengangkut sampah yang terkumpul dari sepanjang pesisir. Kawasan pesisir yang berhasil dibersihkan mencakup area sepanjang sekitar 4 kilometer, menunjukkan skala kegiatan yang cukup besar.
Dari hasil pembersihan intensif tersebut, total sampah yang terangkut mencapai sekitar 3 ton. Sebagian besar sampah yang ditemukan didominasi oleh sampah plastik, yang banyak tersangkut di celah-celah batu gajah. Temuan ini menyoroti permasalahan sampah plastik yang masih menjadi tantangan serius bagi lingkungan pesisir.
Membangun Budaya Bersih untuk Lingkungan Berkelanjutan
DLH Palu berharap aksi bersih pantai ini dapat dilaksanakan secara rutin dan serentak di masa mendatang. Keterlibatan lebih banyak komunitas dan masyarakat diharapkan dapat memperluas jangkauan kegiatan kebersihan. Area publik lainnya seperti pasar, tempat ibadah, dan perairan terbuka juga menjadi target untuk kegiatan serupa.
Ibnu Mundzir menyampaikan bahwa tujuan utama dari aksi sosial lingkungan ini adalah membentuk budaya bersih di kalangan masyarakat. Peningkatan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan sangat penting untuk menciptakan wilayah yang lebih bersih dan asri. Hal ini akan berkontribusi pada kenyamanan hidup dan keberlanjutan lingkungan.
Dengan terbentuknya budaya bersih, diharapkan masyarakat semakin peduli terhadap dampak sampah terhadap lingkungan. Lingkungan yang bersih, asri, dan nyaman akan mendukung kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh warga. Upaya ini merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan Kota Palu yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews