Akademisi Sebut Program Makan Bergizi Gratis Masih Bisa Jalan di Tengah Tekanan Global
Ia mengatakan daerah yang mampu melibatkan petani, peternak, dan pelaku usaha lokal dalam penyediaan bahan pangan untuk MBG.
Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Prof. Dr. Imamudin Yuliadi, menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berpotensi efektif meski menghadapi tekanan ekonomi global, asalkan pelaksanaannya dilakukan dengan tata kelola transparan, pengawasan ketat, dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
"Program MBG dapat menjadi instrumen strategis tidak hanya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga dalam membangun ketahanan pangan dan memperkuat kemandirian ekonomi daerah,” kata Imamudin seperti dikutip dari Antara, Kamis, (12/3).
Menurut dia, dalam situasi yang penuh ketidakpastian, pendekatan yang mengintegrasikan kebijakan sosial dengan penguatan ekonomi lokal seperti pada MBG menjadi salah satu kunci untuk menjaga keberlanjutan pembangunan nasional.
Dampak Program MBG
Lebih lanjut, Imamudin menyoroti dampak program MBG yang berbeda-beda di setiap daerah. Hal tersebut, ujarnya, sangat dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur ekonomi lokal serta pelibatan masyarakat dalam rantai pasok program tersebut.
Ia mengatakan daerah yang mampu melibatkan petani, peternak, dan pelaku usaha lokal dalam penyediaan bahan pangan untuk MBG berpotensi mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar. Program MBG, ucapnya melanjutkan, bisa menjadi penggerak ekonomi lokal melalui peningkatan permintaan terhadap produk pangan daerah.
"Sebaliknya, jika rantai pasok tidak melibatkan pelaku ekonomi lokal, dampak pengganda bagi perekonomian daerah menjadi terbatas," kata dia.
Implementasi MBG
Berikutnya, Imamudin menyoroti tantangan dalam implementasi MBG. Di antaranya adalah potensi kemunculan praktik rente, yakni pihak tertentu yang mengambil keuntungan dari program tanpa memberi nilai tambah bagi masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa jika program dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan kualitas dan tujuan sosialnya, maka manfaat program MBG bagi masyarakat bisa berkurang.
Bahkan, kata dia, hal tersebut juga dapat mengurangi dampak ekonomi yang seharusnya dapat dirasakan oleh masyarakat di daerah.
Pengawasan
Oleh karena itu, menurut dia, transparansi dan pengawasan dalam pengelolaan anggaran menjadi aspek penting dalam memastikan efektivitas program MBG. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengkaji secara lebih rinci proporsi anggaran yang benar-benar digunakan untuk pembelian bahan pangan dari daerah setempat.
"Semakin besar penggunaan bahan pangan lokal, semakin besar pula dampak ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat," ujarnya.