Ada apa di balik bungkamnya JIS soal kasus sodomi murid TK?
Bagaimana bisa sekolah elite itu bisa kecolongan dan tidak mampu mengawasi anak didiknya.
Polisi saat ini tengah mengusut kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh petugas kebersihan di Jakarta International School (JIS). Korbannya adalah M (6), anak TK. Diduga, korban sudah berkali-kali mengalami kekerasan seksual di sekolah tersebut.
Terbongkarnya kasus ini langsung membuat kaget publik. Bagaimana bisa sekolah elite itu bisa kecolongan dan tidak mampu mengawasi anak didiknya.
Padahal jika dilihat dari depan, begitu ketatnya sekolah tersebut. Tidak sembarang orang bisa masuk. Dari gerbang utama, ada banyak CCTV, menyorot setiap tamu yang masuk. Penjagaan begitu ketat.
Sayang, para sekuriti dan guru di sekolah itu ternyata lalai. Justru di dalam sekolah itu sendiri banyak terjadi tindak kekerasan seksual seperti yang dialami oleh M.
Sejauh ini pihak sekolah belum banyak bicara terkait kasus sodomi ini. Mengapa sekolah JIS seolah diam dan menutupi kasus ini?
Baca juga:
Jurus jitu pulihkan jiwa anak korban kejahatan seksual
Pelaku pencabulan harus diberi tato khusus di badan supaya jera
Ini modus penjahat pedofil yang marak di Indonesia
Banyak kasus pelecehan, haram putus komunikasi demi si buah hati
JIS janji segera urus izin resmi pendidikan ke Kemendikbud
Penjagaan diperketat
Untuk masuk ke JIS, tidak semua orang bisa. Penjagaan di gerbang utama begitu ketat. Setiap kendaraan diperiksa, hanya yang punya akses khusus bisa masuk.
CCTV dipasang di mana-mana. Ditambah empat sampai lima sekuriti berjaga di gerbang utama. Tak punya keperluan, pasti dilarang masuk.
Sejak kasus sodomi mencuat, JIS seolah menjadi sekolah tertutup. Terutama bagi media. JIS seolah berlindung dan terkesan menutup-tutupi kasus ini.
Padahal, sebaiknya kasus ini dijelaskan ke publik. Mengapa kasus sodomi ini bisa terjadi.
Perwakilan Kemendikbud dilarang masuk
Kemarin, ada beberapa perwakilan Kemendikbud dilarang masuk JIS. Padahal niatnya adalah untuk koordinasi mengenai penanganan kasus sodomi yang dialami oleh M.
Perwakilan itu juga ingin berkoordinasi mengenai rencana pertemuan pada siang harinya. Namun, perwakilan dari Kemendikbud itu malah ditolak. Tidak diizinkan masuk.
Orang-orang dari Kemendikbud itu diminta datang kembali pada siang hari. Alasannya, kepala sekolah sedang melakukan rapat dan tidak bisa diganggu.
Setelah menunggu beberapa menit, perwakilan Kemendikbud itu balik kanan atau pulang.
Topik pilihan: Manajer Paedofil | Pornografi
JIS tak punya izin resmi
JIS terancam ditutup karena tidak memiliki izin resmi pendirian TK. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (Paudni) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Lydia Freyani Hawadi.
Menurut Lydia, pihaknya tidak tahu adanya pendirian taman kanak-kanak di sekolah yang terletak di Pondok Indah, Jakarta Selatan, itu.
"Kita sudah minta pihak JIS untuk mengurusnya sesegera mungkin. Selama ini izin yang dikeluarkan hanya mulai dari SD," kata Lydia di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Rabu (16/4).
Lydia juga mengatakan, perizinan sekolah tersebut sudah lama sekali tidak diperbarui. Apalagi sekolah tersebut bukan sekolah diplomatik.
"Bukan sekolah gabungan diplomatik, tapi sekolah internasional biasa yang sebagian muridnya adalah murid Indonesia," ujarnya.
Topik pilihan: Manajer Paedofil | Pornografi
Keluarga korban tak diajak bicara
Pengacara Andi M. Asrun kesal dengan sikap Jakarta International School (JIS). Kekecewaan memuncak karena perwakilan JIS melakukan pertemuan dengan Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Formal (Paudni) Kemendikbud tanpa melibatkan keluarga korban sodomi. Karena itu, pihaknya akan menuntut JIS.
"Engga dikasih tahu. Yah kesal kita tidak dianggap. Kecewa pasti lah," ujar Andi di Gedung Kemendikbud Jakarta, Rabu (16/3).
Dia menambahkan, sekolah bertaraf internasional itu harus memberikan tanggung jawab penuh kepada M (5) bocah yang disodomi oleh dua orang petugas kebersihan. "Rp 10 miliar pun kecil. Tapi kan efeknya hampir setiap malam dia (M) ini mengigau karena dia ini juga takut ke kamar mandi," katanya.
Kubu korban pencabulan akan menuntut JIS. "Ini kita ilegalkan kemudian yang lain kita sedang mempelajari di luar pidana. Korban ini mengalami kekerasan fisik yang harus disembuhkan kira-kira 2 tahun traumanya bahkan sampai dewasa," tegasnya.
Topik pilihan: Manajer Paedofil | Pornografi
Pelaku diduga lebih dari satu
Polisi masih melakukan penyidikan kasus sodomi yang dialami oleh siswa TK Jakarta International School (JIS). Polisi menduga, korban tidak hanya satu orang.
"Diduga ada 4 korban lagi. Orangtua di JIS agar mengecek dulu kondisi anak-anaknya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Polda Metro Jaya Jakarta, Rabu (16/4).
Korban sodomi yang terungkap baru satu orang. Anak korban sodomi itu berinisial M.
Penyidik Polda Metro telah memanggil anak-anak JIS. Mereka diperlihatkan gambar-gambar yang diduga sebagai pelaku. Dalam mengungkap kasus ini, polisi juga menggandeng Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Namun Rikwanto tidak menjelaskan berapa jumlah anak yang dipanggil ke Polda Metro.
Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap guru dan kepala sekuriti JIS. Hasil pemeriksaan sebelumnya, polisi telah menetapkan dua orang sebagai tersangka, Agun dan Awan.