Banyak kasus pelecehan, haram putus komunikasi demi si buah hati
Merdeka.com - Kejadian tindak pelecehan seksual terhadap anak terjadi di Taman Kanak-Kanak pada Sekolah International Jakarta (Jakarta International School/JIS) yang terungkap ternyata sangat membetot perhatian masyarakat, di tengah-tengah isu politik yang makin menghangat saat ini. Peristiwa itu mengingatkan kita dengan peristiwa pencabulan anak oleh Robot Gedek beberapa tahun silam.
Psikolog Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto angkat bicara soal ini. Kak Seto yang juga Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia itu sadar kejahatan seksual terhadap anak-anak memang tidak dapat diduga. Sebab, lanjut dia, di tengah kondisi masyarakat yang sangat majemuk dalam pertumbuhan arus informasi yang sangat cepat seperti saat ini, siapapun bisa terpapar hal-hal buruk.
Kak Seto mengatakan, karena kejahatan itu sudah terjadi, maka dia menekankan saat ini cara paling penting adalah dengan mencegah hal itu terulang dan memulihkan kondisi korban.
"Pertama orangtua harus waspada dan terus menjalin komunikasi dengan putra-putrinya. Jangan yang selalu ditekankan hanya masalah akademik belaka," kata Kak Seto kepada merdeka.com saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (16/4).
Kak Seto mengaku miris dengan kejadian pelecehan seksual di sekolah elit itu. Apalagi selama ini JIS kerap dikenal sebagai lembaga pendidikan dengan standar keamanan baik.
Namun, yang paling disayangkan menurut Kak Seto adalah waktu kejadian dengan terungkapnya kejahatan terlampau jauh. Menurut dia hal itu membuktikan adanya pola komunikasi yang terhambat sehingga anak yang menjadi korban tidak secepatnya mendapat pemulihan fisik dan jiwa.
"Sayangnya ini kan sudah dua bulan baru diketahui. Harus ada kepedulian dari orang tua. Harus juga menjalin komunikasi dengan guru-guru di sekolah supaya melengkapi proses pengawasan terhadap anak," lanjut Kak Seto.
Kak Seto menegaskan, proses pemulihan korban harus dilakukan dengan dua cara. Yakni pemulihan melalui penanganan medis dan mengobati kejiwaan anak. Karena dia khawatir hal itu bisa berdampak negatif terhadap jiwa korban yang masih belia dan berada dalam usia pertumbuhan yang sangat penting, jika tidak dilakukan penanganan trauma yang baik dan benar.
Selain itu, Kak Seto mewanti seluruh pihak sekolah, selain JIS, harus bisa memastikan kondisi keamanan lembaga pendidikannya. Dia mendesak supaya dalam menerima karyawan sekolah mesti dilakukan seleksi ketat melalui tes kejiwaan. Hal itu supaya memastikan kejadian serupa tak terulang.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya