6 Kali Gempa Susulan Guncang Nabire: BMKG Pantau Aktivitas Seismik Pasca Gempa Magnitudo 6,6
BMKG mencatat serangkaian gempa susulan terus mengguncang Kota Nabire, Papua Tengah, setelah gempa utama magnitudo 6,6. Simak detail aktivitas seismik terkini di Nabire.
Kota Nabire, Papua Tengah, kembali diguncang serangkaian gempa susulan setelah gempa utama bermagnitudo 6,6 terjadi pada Jumat dini hari, 19 September, pukul 01.19 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau aktivitas seismik di wilayah tersebut, mencatat beberapa guncangan lanjutan hingga pukul 02.05 WIB.
Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, meskipun BMKG telah memastikan bahwa gempa utama tidak berpotensi tsunami.
Aktivitas Gempa Susulan di Nabire
Hingga pukul 01.51 WIB, BMKG mendata bahwa gempa susulan terus terjadi di Kota Nabire, Papua Tengah. Setelah gempa magnitudo 6,6 yang terjadi pada pukul 01.19 WIB atau 03.19 WIT, serangkaian guncangan kecil menyusul.
Gempa magnitudo 4,2 tercatat pada pukul 01.33 WIB di titik koordinat 3.37 LS, 135.58 BT. Hanya berselang beberapa menit, gempa magnitudo 3.9 kembali mengguncang pada pukul 01.35 WIB, diikuti oleh gempa dengan magnitudo yang sama pada pukul 01.36 WIB.
Aktivitas seismik berlanjut dengan gempa magnitudo 3.4 pada pukul 01.43 WIB, kemudian magnitudo 4.0 pada pukul 01.51 WIB. Guncangan terakhir yang tercatat hingga informasi ini dirilis adalah gempa magnitudo 2,6 pada pukul 02.05 WIB di Kota Nabire, Papua Tengah.
BMKG menyertakan disclaimer pada setiap publikasinya, "Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring." Hal ini menunjukkan bahwa data yang disampaikan bersifat sementara dan dapat diperbarui.
Gempa Utama dan Potensi Tsunami
Gempa utama bermagnitudo 6,6 mengguncang Kota Nabire, Papua Tengah, pada Jumat sekitar pukul 01.19 WIB atau jam 03.19 WIT. Pusat gempa berlokasi di titik koordinat 3.47 LS, 135.49 BT.
Menurut data resmi BMKG, lokasi tersebut berjarak sekitar 29 kilometer Barat Laut Kota Nabire, Papua Tengah. Kedalaman gempa tercatat mencapai 24 kilometer.
Meskipun memiliki magnitudo yang cukup besar, BMKG memastikan bahwa gempa ini "Tidak berpotensi tsunami," tulis BMKG melalui laman resmi yang dikutip di Jakarta, Jumat dinihari.
Pernyataan ini bertujuan untuk menenangkan masyarakat dan menghindari kepanikan yang tidak perlu. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada namun tidak panik, serta selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG.
Sumber: AntaraNews