565 Lulusan Poltekpar Makassar Diingatkan Menpar Jadi SDM Pariwisata Unggul, Siap Bersaing Global!
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana tekankan pentingnya lulusan Poltekpar Makassar menjadi SDM Pariwisata Unggul, adaptif, dan berdaya saing global. Simak pesan lengkapnya!
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana secara langsung mengingatkan 565 wisudawan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar, Sulawesi Selatan. Pesan tersebut disampaikan dalam acara wisuda yang berlangsung di Kampus Poltekpar Makassar pada Sabtu (20/9) lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Widiyanti menekankan pentingnya para lulusan untuk menjadi sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang unggul, adaptif, dan memiliki daya saing global. Hal ini krusial untuk memajukan sektor pariwisata daerah dan Indonesia secara lebih luas.
“Adik-adik adalah generasi baru yang akan menjawab kebutuhan ini. Menjadi motor penggerak transformasi dan memastikan pariwisata Indonesia mampu bersaing sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti dalam keterangan pers yang diterima pada Minggu (21/9).
Pesan Kunci Menteri Pariwisata untuk SDM Unggul
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan beberapa pesan penting kepada para wisudawan dan wisudawati Poltekpar Makassar. Pertama, ia menekankan agar tidak pernah berhenti belajar, sebab dunia akan selalu berubah dan hanya mereka yang mau terus belajar yang akan memimpin perubahan.
Kedua, pentingnya membangun jejaring dan kolaborasi, karena menurutnya kolaborasi tidak pernah berdiri sendiri dalam mencapai tujuan. Ketiga, para lulusan diminta untuk selalu menjaga integritas dalam karier apa pun yang mereka pilih, karena kejujuran dan tanggung jawab adalah fondasi utama yang akan mengangkat martabat.
“Dan keempat, ingatlah akar budaya dan tanah kelahiran. Kemanapun kalian pergi, tetaplah menjadi duta pariwisata daerah, membawa cerita indah tentang Makassar, Sulawesi, dan Indonesia ke seluruh penjuru dunia,” ujar Menpar Widiyanti. Ia berharap lulusan Poltekpar Makassar tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki kepemimpinan, komunikasi lintas budaya, dan integritas tinggi.
Menteri Widiyanti juga menambahkan, “Jadilah generasi yang berwawasan global, namun lokal dalam hati. Generasi yang sukses secara profesional, namun tetap rendah hati dan mengabdi pada negeri. Saya percaya, di tangan kalian, pariwisata Indonesia akan semakin berdaya saing, berkelanjutan, dan mendunia.”
Kebangkitan Pariwisata Indonesia dan Tantangan Masa Depan
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata Widiyanti mengungkapkan bahwa situasi pariwisata Indonesia saat ini sedang menunjukkan kebangkitan luar biasa. Pada tahun 2024, Indonesia berhasil menyambut 13,9 juta wisatawan mancanegara, menandai kenaikan 19 persen dari tahun sebelumnya.
Hingga Juli 2025, sudah tercatat 8,5 juta wisatawan mancanegara, tumbuh 10 persen dari periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara pada 2024 mencapai lebih dari 1 miliar perjalanan, dan hingga Juli 2025, capaian angka perjalanan wisatawan nusantara mengalami peningkatan sebesar 19,25 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
“Pertumbuhan ini adalah peluang besar, namun juga amanah. Pariwisata masa depan, bukan hanya soal jumlah kunjungan, tetapi juga tentang menghadirkan pengalaman berkualitas, menjaga kelestarian alam dan budaya, serta memastikan manfaatnya kembali kepada masyarakat,” ungkap Menteri Pariwisata Widiyanti, menegaskan fokus pada pariwisata berkelanjutan dan berkualitas.
Inspirasi dari Wisudawan Disabilitas: Ridho Raditya Putra
Acara wisuda tersebut juga diwarnai dengan kisah inspiratif dari Perwakilan Wisudawan Program Diploma 3 Perjalanan Wisata, Ridho Raditya Putra. Ridho, seorang teman tuli yang berhasil lulus dari Poltekpar Makassar, menyampaikan terima kasih atas dukungan rekan-rekan serta para dosen yang telah membuka kesempatan dan memberikan pengalaman positif.
Ridho berbagi pengalamannya menjadi pemandu wisata bahasa isyarat, yang menunjukkan inklusivitas dan potensi besar dalam sektor pariwisata. Ia mendorong rekan-rekan wisudawan/wisudawati untuk tetap optimistis dalam mengejar impian mereka, meskipun mungkin menghadapi hambatan.
Ia mengingatkan bahwa dengan kebaikan dan pengertian, hambatan komunikasi dapat diatasi, dan setiap individu memiliki kesempatan yang sama. “Untuk semua teman-teman, jangan pernah merasa patah semangat. Karena perjalanan kita masih panjang. Ingat impian teman-teman. Karena impian kita menunggu di depan mata,” ungkap Ridho.
Ridho berharap agar semua lulusan dapat diterima dan diberikan kesempatan yang sama, serta bahasa bukan hanya sebagai bentuk komunikasi, tetapi juga bukti bahwa bahasa kebaikan dapat diterima oleh teman tuli dan teman netral.
Sumber: AntaraNews