13 Jam Diperiksa Polisi, Begini Pengakuan Panjang Istri Terduka Pelaku Pembunuhan Pegawai BPS
Kapolsek Maba Selatan, Ipda Habiem Ramadya mengatakan, pemeriksaan itu dilakukan pada Selasa, 12 Agustus 2025 kemarin.
Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap AFM atau istri dari terduga pelaku pembunuhan pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) bernama Tiwi (30) yang terjadi di Halmahera Timur, Maluku Utara. Terduga pelaku diketahui atas nama inisial AH (27).
Kapolsek Maba Selatan, Ipda Habiem Ramadya mengatakan, pemeriksaan itu dilakukan pada Selasa, 12 Agustus 2025 kemarin.
"Jadi kemarin tanggal 12 dia sudah dilakukan pemeriksaan. Jadi istrinya itu kita lakukan pemeriksaan itu dari jam 10.00 WIT 10 pagi, sampai pukul sekitar 23.00 WIT. Jadi kurang lebih 13 jam itu lakukan pemeriksaan oleh penyidik," kata Habiem saat dihubungi, Kamis (14/8).
Berdasarkan hasil pemeriksaan itu, AFM disebutnya tidak pernah mengetahui dengan rencana yang telah dilakukan oleh terduga pelaku.
"Saksi kan tidak pernah mengetahui, bahwa suami ini pergi ke Maba. Bahkan pada tanggal 16 itu, istri ini si AFM ini, dia sempat mencari-cari, di mana sih keberadaan calon suaminya (sebelum menikah) ini," ujarnya.
"Jadi berdasarkan keterangan saksi dan petunjuk yang kita punya juga, memang sejauh ini tidak ada keterlibatan istrinya," tambahnya.
AFM Tak Tahu Keberadaan Terduga Pelaku
Dirinya menegaskan, AFM tidak pernah mengetahui keberadaan terduga pelaku yang merupakan suaminya itu sejak 16 hingga 19 Juli 2025.
"Karena memang dari tersangka tersebut si Hanafi ini, yang merupakan suaminya ini, dia itu enggak pernah jujur juga ke istrinya gitu. Dia lagi di mana-dimana itu enggak pernah tahu. Jadi istrinya itu cuma berduga-duga," tegasnya.
"Sampai sekitar tanggal berapa itu ya, tanggal 18, 19 itu istrinya itu baru tahu nih, kemungkinan besar si Hanafi ini ada di Maba," sambungnya.
Alasan Menghilang dari Istri
Habiem mengungkapkan, alasan terduga pelaku menghilang dari istrinya sebelum menikah itu karena ingin menghilangkan stres. Karena, dia menikah pada 27 Juli 2025.
"Karena kan udah mau nikah, karena mungkin dia merasa, apa ya, kalau mau nikah mungkin bebannya terlalu bagaimana. Mungkin dia mau cari-cari angin lah, ibaratnya mau menghilangkan stres saja ke Maba. Sampai ada urusan yang harus diselesaikan di Maba. Alasannya gitu," pungkasnya.
Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial yang menyebut seorang pria terlihat bahagia di hari pernikahannya usai diduga membunuh teman dari istrinya yang merupakan pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) bernama Tiwi (30). Kejadian ini disebut terjadi di Halmahera Timur, Maluku Utara.
"Aditya Hanafi setelah membunuh Tiwi dan meninggalkan jenazah Tiwi lalu melangsungkan pernikahan dengan muka tak bersalah," tulis akun @hitamputihgp.01 seperti dikutip merdeka.com, Rabu (13/8).
Awal Mula Kejadian
Terkait kejadian itu, Kapolsek Maba Selatan, Ipda Habiem Ramadya mengatakan, kejadian itu berawal dari pihaknya yang mendapatkan laporan dari teman sebelah korban yaitu A pada 31 Juli 2025.
"Jadi saudara A sekitar jam 4 sore datang ke kantor kami melaporkan. Pak sepertinya kami ada penemuan mayat nih pak di salah satu kamar di Rumah Dinas Statistik Haltim," ujar Habiem.
"Nah dia buat laporan, oke karena dapet laporan, jadi saya udah perintahkan piket pada saat itu bersama saya, bersama kanit reskrim dan unitnya, kita turun ke TKP," tutupnya.