11 Wilayah di Kendari Terdampak Banjir, BPBD Catat Curah Hujan Tinggi Jadi Pemicu
Banjir Kendari melanda 11 titik di Kota Kendari akibat curah hujan tinggi sejak Sabtu malam. BPBD dan Pemkot Kendari berupaya mencari solusi penanganan dampak banjir ini.
Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dilanda bencana banjir yang signifikan setelah curah hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu malam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari mencatat setidaknya 11 titik lokasi terdampak. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat.
Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, mengungkapkan bahwa data sementara menunjukkan sebaran banjir mencakup area vital. Mulai dari pemukiman warga, kawasan perkantoran, hingga lahan persawahan yang menjadi mata pencarian penduduk. Kondisi ini memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.
Dampak banjir yang meluas ini telah memicu respons cepat dari pemerintah kota. Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyatakan komitmen untuk berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat. Tujuannya adalah mencari solusi jangka panjang guna mengatasi masalah banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.
Sebaran Dampak Banjir di Berbagai Kecamatan Kendari
BPBD Kota Kendari telah merinci sebaran 11 titik wilayah yang terdampak banjir akibat intensitas hujan tinggi. Kecamatan Wuawua menjadi salah satu area yang paling parah, dengan dua titik terdampak. Lokasi tersebut meliputi Kelurahan Wuawua dan Kelurahan Bonggoeya, di mana air menggenangi permukiman warga.
Selain itu, Kecamatan Baruga juga mengalami dampak serius dengan tiga titik banjir yang signifikan. Kawasan Kali Wanggu, area perumahan, serta ruas jalan raya di Kelurahan Lepo-lepo Kecamatan Baruga terpantau terendam. Kondisi ini mengganggu aktivitas sehari-hari dan mobilitas warga.
Cornelius Padang menambahkan bahwa beberapa wilayah lain turut merasakan dampak serupa. Banjir juga terjadi di Kelurahan Anduonuhu dan Kelurahan Mokoau, menyebabkan genangan di jalan-jalan utama. Kelurahan Kambu mencatat dua titik terdampak, yakni di Jalan Bangau dan Jalan Mangkerey, yang mengganggu akses transportasi.
Tidak hanya itu, Jalan Veteran Kelurahan Wowanggu dan kawasan persawahan di Nanga-nanga juga tidak luput dari terjangan banjir. Genangan air di lahan pertanian ini berpotensi merugikan para petani. Situasi ini menunjukkan luasnya cakupan bencana banjir di Kendari kali ini.
Respons dan Koordinasi Pemerintah Kota dalam Penanganan Banjir Kendari
Menyikapi bencana banjir yang melanda, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor. Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari berupaya menjalin komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan pemerintah pusat. Tujuannya adalah merumuskan strategi penanganan banjir yang komprehensif dan berkelanjutan.
Siska Karina Imran menjelaskan bahwa penanganan banjir memerlukan kolaborasi kuat dari berbagai pihak. "Ini memang butuh penanganan koordinasi. Dalam hal ini pemerintah kota dan juga pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk bagaimana caranya kita membuat solusi untuk penanganan dari pada banjir juga ini," jelasnya. Pernyataan ini menunjukkan kesadaran akan kompleksitas masalah.
Pemkot Kendari juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga atas penanganan yang mungkin belum maksimal. "Kami atas nama pemerintah Kota Kendari mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga Kota Kendari apabila sampai saat ini belum terlalu maksimal dalam penanganan banjir," tambah Siska. Beliau menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor dan jenjang pemerintahan sangat dibutuhkan.
Upaya koordinasi ini diharapkan dapat menghasilkan solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir di Kendari. Pemerintah kota berkomitmen untuk terus mencari cara terbaik dalam melindungi masyarakat. Penanganan yang efektif akan mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews