Tersangka UPS mengaku dicecar 56 pertanyaan terkait APBD 2014
Fahmi juga sempat mempertanyakan statusnya sebagai tersangka yang telah ditetapkan sebagai tersangka UPS oleh Bareskrim.
Tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Uniterruptible Power Supply (UPS) pada APBD Jakarta 2014, Fahmi Zulfikar merampungkan pemeriksaan di Badan Reserse Kriminal Polri. Dalam pemeriksaan hari ini, Fahmi yang didampingi Kuasa Hukumnya, Sunan Kalijaga, mengaku dicecar sebanyak 56 pertanyaan oleh penyidik Bareskrim Polri terkait pembahasan pengadaan UPS dalam APBD 2014.
"Ada sekitar 56 pertanyaan. Pertanyaannya seperti yang lalu-lalu. Materi pembahasan, pembahasan APBD," kata Fahmi saat keluar dari gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (24/11).
Di dalam pemeriksaan itu, Fahmi mengaku sempat mempertanyakan statusnya sebagai tersangka yang telah ditetapkan sebagai tersangka UPS oleh Bareskrim Polri kepada penyidik.
"Saya pasti tanyakan itu (status tersangka). Ya mereka masih pendalaman. Saya kira sebagai WN saya harus patuh, saya harus jalani," katanya.
Dirinya pun membantah kalau pengadaan UPS bukan suatu hal yang penting (urgent) seperti apa yang dikatakan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.
"Ya kenapa di lelang? Saya kira mekanisme itu kan memang sudah ada standarnya. Mungkin kalau ditanya apakah itu berjalan dengan sendirinya enggaklah itu kan dibahas. Hanya tidak mungkin membahas anggaran itu secara rinci 1 per 1. Jumlahnya kan puluhan ribu item. Cuma tentu saja kan ada terkait dengan hasilnya menjadi APBD tentu ada kesepakatan," pungkasnya.
Baca juga:
Fahmi: Tak satu Rupiah pun ada kaitannya dengan korupsi UPS
Besok, Bareskrim limpahkan berkas & barang bukti tahap 2 Alex Usman
2 Tersangka baru kasus korupsi UPS diperiksa Bareskrim
Bareskrim sebut bakal ada tersangka baru kasus UPS
Sejak 2012, Firman tersangka korupsi UPS tak aktif di Demokrat
Setelah jadi tersangka kasus UPS, FZ tak pernah hadir di DPRD DKI
Fraksi Demokrat-PAN segera pecat anggota DPRD DKI korupsi UPS