Takut ngelotok, Jokowi tak mau perbaiki jalan rusak saat banjir
Di Jakarta Barat misalnya, ada 196 titik jalan rusak.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan perbaikan jalan-jalan rusak akibat genangan serta banjir akan dilakukan setelah musim hujan selesai. Alasannya, aspal yang digunakan untuk memperbaiki jalan tersebut tidak akan berfungsi dengan baik apabila terkena air hujan.
"Nunggu hujan, karena kalau masih hujan kamu tambal kayak apa yah masih tetap ngelotok," ujar Jokowi di Balai Kota, Rabu (29/1).
Menurut Jokowi, saat ini Pemprov DKI Jakarta belum memperbaiki jalan-jalan rusak akibat genangan meski jalan rusak tersebut dapat menimbulkan korban jiwa pengendara motor.
Jokowi beralasan, aspal yang digunakan Pemprov DKI tidak akan bekerja dengan baik saat musim hujan. Apabila tetap dilakukan perbaikan, maka jalan tersebut akan rusak kembali karena genangan-genangan air akibat hujan.
"Yah tapi kalau kamu tambal sekarang bisa ngelotok lagi gitu lho karena aspalnya gak mungkin nempel," katanya.
Di Jakarta Barat misalnya, ada 196 titik jalan rusak. Jalan rusak itu terdapat di ruas di Jalan S Parman sebanyak 10 titik dengan volume 90 M2, Jalan Latumeten, 15 titik dengan volume 135 M2, Jalan Daan Mogot 143 titik dengan volume 893,75 M2, Lingkar Luar Barat Kembangan 8 titik dengan volume 128 M2 dan Jalan Lingkar Luar Barat Cengkareng 20 titik dengan volume 240 M2.
Baca juga:
Biaya perbaikan jalan rusak akibat banjir capai Rp 2 triliun
Gara-gara banjir ada 5.500 titik jalan berlubang dan rusak parah
Ahok kesal 20 tahun jalan rusak cuma ditambal
'Pemeliharaan jalan Jakarta dilakukan kalau sudah rusak parah'
Jalan ambles masih diperbaiki, Tol Cipularang macet