Gara-gara banjir ada 5.500 titik jalan berlubang dan rusak parah
Merdeka.com - Bencana alam yang melanda Tanah Air sejak awal 2014, paling berat dibanding pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Terutama jika dikaitkan dengan aspek perawatan jalan.
Dua titik dengan kerusakan infrastruktur jalan terparah adalah jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) yang terendam banjir, serta putusnya ruas Manado-Tomohon akibat longsor.
Direktur Jenderal Bina Marga Djoko Murjanto mengungkapkan, jika digabung dengan kerusakan jalan dari wilayah lain, sampai data 28 Januari, total ada 5.500 titik jalan berlubang atau rusak di seluruh Indonesia. Di Pulau Jawa, PU mencatat 209,7 km jalan rusak. Rata-rata kerusakan terjadi akibat banjir.
"Tahun ini merupakan beban paling luar biasa, di luar perhitungan teknis yang kita lakukan, sehingga akibat-akibat yang ditimbulkan juga luar biasa. Bentuk kerusakan seperti bahu jalan rusak, gorong-gorong ambles, ini rutin terjadi, tapi sekarang persoalan ada di ukurannya," kata Djoko di kantornya, Jakarta, Rabu (29/1).
Fokus utama Kementerian PU saat ini mempercepat perbaikan di Pantura dan Manado-Tomohon terlebih dulu. Apalagi jalur darat di utara Jawa merupakan infrastruktur vital distribusi yang menyokong perekonomian nasional. "Dua jalur ini memang yang paling parah terkena dampak bencana".
Djoko mengklaim untuk perbaikan Manado-Tomohon progres perbaikan berjalan cepat, memasuki fase jelang pembangunan permanen buat beberapa rute. Akan tetapi untuk Pantura, ruas yang masih terendam banjir seperti Kudus-Pati belum bisa diperbaiki.
Dia menegaskan bahwa PU berusaha bertindak cepat dalam hal perbaikan. Tapi tidak mungkin dilakukan ketika banjir masih terjadi. Dia menepis anggapan bahwa PU baru akan bertindak ketika musim hujan usai bulan depan.
"Kita bukan seolah menunggu sampai musim hujan selesai, tapi menunggu sampai air surut. Dan pengerjaannya ketika air kering. Kalau kita kerjakan dalam kondisi basah itu nonsense, tidak akan ada perekatan material, mau beton atau aspal, tidak bisa rapat," urai Djoko.
Sedangkan untuk DKI Jakarta yang juga dilanda banjir, Djoko membenarkan ada kerusakan jalan nasional sehingga wajib ditanggung PU. Tapi dia menyebutnya tidak signifikan. Maka dari itu, perbaikan di Ibu Kota belum dikebut seperti untuk Pantura dan Manado-Tomohon.
"Jakarta yang menonjol Simatupang dan di beberapa jalan lain ya lubang-lubang yang tidak signifikan. Selain itu, Daan Mogot banyak lubang-lubang," ucapnya.
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya