Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ahok kesal 20 tahun jalan rusak cuma ditambal

Ahok kesal 20 tahun jalan rusak cuma ditambal Ilustrasi mengaspal. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Vadim Ratnikov

Merdeka.com - Jalan berlubang di Jakarta saat ini tengah dilakukan perbaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta. Namun, pengaspalan itu hanya dilakukan di atas lubang, tidak secara keseluruhan. Sehingga dapat menyebabkan kerusakan yang lebih besar jika musim penghujan datang, terutama jika terjadi banjir.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai teknologi yang digunakan di Jakarta untuk perbaikan jalan masih kuno. Karena saat ini perbaikan masih dilakukan dengan cara tambal sulam.

"Selama ini hanya ditempel-tempel, kalau nempel-nempel bisa ambles juga kalau bongkar ini saluran air berubah gak. Jangan kaya kampung gitu, ini kan ibu kota masa kerjanya kaya di kampung nambel-nambel gitu," katanya di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (29/1).

Ahok menilai aspal di Jakarta perlu segera diperbaharui. Karena saat ini, aspal yang digunakan sudah lebih dari 20 tahun tidak diperbaharui. Sehingga hanya dilakukan perawatan alakadarnya, tambal sulam.

"Selama 20 tahun hanya nambal, ini tidak menyelesaikan masalah," tegasnya.

Mengenai solusinya, Ahok akan memasukkan teknologi yang sudah diterapkan di eropa ke dalam e-katalog. Di mana alat tersebut dalam mengupas aspal dan setelahnya akan dilumuri aspal baru. Sehingga pengerjaannya akan lebih cepat, tidak hanya tambal sulam.

"Kalau mau seperti di eropa pakai teknologi yang langsung bongkar aspal dan langsung dikerjakan pengaspalannya. Kalau kita-kan enggak, udah bongkar buang dulu puingnya baru tambal, itu waktu kerjanya berapa banyak," tutupnya. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP