LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Bantah lambat, Ahok pastikan draf usulan KUA-PPAS 2016 rampung 90%

Saat pembahasan KUA-PPAS, Ahok mendapati banyak dinas yang membuat perencanaan anggaran yang terkesan pemborosan.

2015-11-27 11:07:05
APBD DKI
Advertisement

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memastikan draf usulan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) DKI 2016 hampir rampung.

Sebelumnya, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) DKI 2016 molor dari jadwal karena Basuki diketahui masih mengubah-ubah KUA-PPAS DKI 2016.

"Kalau anggaran sebetulnya sampai malam ini 80-90 persen sudah selesai," kata Basuki di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Jumat (26/11).

Pria yang akrab disapa Ahok ini juga menampik bahwa ia dan jajarannya lamban dalam menyusun draf usulan KUA-PPAS. Ahok mengklaim, selama ini dirinya kerap lembur guna mengefisiensikan anggaran-anggaran yang dianggap tidak tepat sasaran dan cenderung pemborosan.

"Saya sudah sampaikan ke teman-teman DPRD, saya bukan lambat, saya hanya ngurangin supaya dapat uang untuk pembangunan," tandasnya.

Meski demikian, Ahok mengklaim bahwa pihak DPRD DKI tidak terlalu mempermasalahkan molornya pengesahan KUA-PPAS 2016 tersebut. Untuk itu, mantan Politisi Gerindra ini menambahkan draf usulan tersebut akan diserahkan kepada Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI pada senin, (30/11).

"Enggak ada. DPRD enggak masalah, Senin kita masukkan," jelas mantan Bupati Belitung Timur ini.

Seperti diketahui, pada Sabtu, (21/11) kemarin, Pemprov DKI bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI mengadakan rapat penyelarasan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

Dalam rapat tersebut, Banggar DPRD DKI memutuskan untuk menunda Rapat Banggar hingga Senin (23/11) karena masih terdapat anggaran siluman dalam usulan anggaran dan belum dimasukkannya draft anggaran dari tiap dinas ke dalam sistem e-budgeting.

Baca juga:
Pengadaan CCTV di JPO diserahkan ke swasta, tak bebani APBD DKI
Ahok sebut Dinsos DKI mark up kursi roda Rp 800.000 jadi Rp 2,7 juta
Ahok beri dana hibah Rp 1 T, Bekasi harap Rp 2 T
Ahok nilai usulan anggaran Dinkes relatif baik
Jumat keramat, Ahok bakal pecat kepala dinas tak becus kerja
Ahok coret pengajuan anggaran Dishub DKI yang tak masuk akal
Ahok gandeng Polda Metro & Kejati buat optimalkan serapan anggaran

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.