VIDEO Mukjizat, Warga Palestina Girang karena Botol Berisi Makanan dari Warga Mesir yang Dilempar ke Laut Benar-Benar Sampai ke Gaza
Beberapa hari lalu sejumlah warga Mesir melemparkan botol-botol berisi makanan ke laut dengan harapan botol itu akan sampai ke Gaza.
Sebuah video viral di X memperlihatkan seorang pria Palestina di Gaza mengungkapkan kegembiraannya setelah seorang nelayan menemukan salah satu botol berisi sedikit kacang-kacangan yang berasal dari kiriman warga Mesir.
"Allahu Akbar, saudaraku warga Mesir, botol yang berisi kacang dan beras sudah sampai ke pesisir Gaza," kata dia dalam video itu, seperti dilansir TRT World, Minggu (27/7).
"Botol ini dibawa oleh seorang nelayan dari tengah laut. Dia bilang sebagian kecil dari botol-botol itu sudah sampai di Gaza. Itu artinya kami hari ini bisa makan kacang-kacangan.
Dari laut ke laut
Di dalamnya juga ada sebuah pesan yang bertuliskan, 'Hidup Mesir. Demi Allah, hidup Mesir dan seluruh dunia Arab dan umat Islam!'"
Seorang pria Palestina yang lain juga membuat video serupa dengan sebuah botol di tangannya berisi makanan dan sebuah catatan kecil bertuliskan "Maafkan kami wahai saudara kami, hanya ini yang bisa kami lakukan".
Beberapa hari lalu warga Mesir melakukan sebuah inisiatif yang unik dan penuh makna, bernama "Dari Laut ke Laut -- Sebotol Harapan untuk Gaza." Dalam aksi ini, warga Mesir mengisi botol plastik berkapasitas satu hingga dua liter dengan bahan makanan seperti beras, kacang-kacangan, biji-bijian, dan makanan kering lainnya.
Ide dari akademisi dan insinyur
Botol-botol tersebut kemudian dilemparkan ke Laut Mediterania, dengan harapan arus laut akan mengantarkan mereka ke pantai Gaza, yang saat ini terisolasi dan menghadapi krisis kemanusiaan akibat blokade Israel yang berkepanjangan.
Berdasarkan informasi dari media lokal, ide ini muncul dari seorang akademisi dan insinyur asal Mesir yang saat ini tinggal di Jepang. Terinspirasi oleh konsep "pesan dalam botol," ia mengusulkan cara pengiriman bantuan melalui laut sebagai alternatif yang paling realistis di tengah situasi darurat dan blokade yang berkepanjangan. Dalam unggahan di Facebook, ia menjelaskan secara teknis bagaimana bantuan dapat dikirim.
Dengan menggunakan jeriken plastik berukuran 25 liter yang ditutup rapat, setiap wadah dapat membawa sekitar enam hingga delapan kilogram makanan, dengan ruang udara yang cukup untuk memastikan tetap mengapung. Ia bahkan memberikan rincian bahwa botol sebaiknya dilepaskan sekitar empat kilometer dari garis pantai, dengan sudut 60 derajat mengarah ke timur laut.
Menurutnya, arus laut di Mediterania timur bergerak dari barat ke timur dengan kecepatan sekitar 0,8 km/jam, sehingga memungkinkan bantuan tiba di pantai Gaza dalam waktu 72 hingga 96 jam jika dilepaskan dari Damietta atau wilayah timur Port Said.
Aksi ini mendapatkan respons yang signifikan di media sosial. Banyak orang menyebutnya sebagai "ungkapan tulus" dari masyarakat biasa yang berusaha menghadapi "ketidakberdayaan pemerintah." Video dan foto-foto warga yang mengikuti instruksi teknis serta mengirimkan botol-botol bantuan mulai menyebar dan dibagikan secara luas.