Update Konflik Iran vs AS, Trump: Ini Sama Sekali Tidak Bisa Diterima!
Trump disebut murka. Tak bisa menerima perundingan proposal akhiri perang Iran.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menolak proposal Iran untuk mengakhiri perang. Ia menyebut proposal itu sama sekali tidak bisa diterima.
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan proposal yang dikirim melalui Pakistan sebagai mediator itu berisi tuntutan penghentian perang di seluruh front, pencabutan blokade laut AS, serta jaminan tidak ada lagi serangan terhadap Iran.
Gencatan senjata yang dimaksudkan membuka jalan negosiasi sejak perang pecah pada Februari sebagian besar masih bertahan, meski sesekali terjadi baku tembak.
Trump sebelumnya mengatakan perang dengan Iran akan “berakhir cepat”. Namun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan perang belum bisa dianggap selesai selama Iran masih memiliki stok uranium yang diperkaya.
“Masih ada fasilitas pengayaan uranium yang harus dibongkar,” kata Netanyahu dalam wawancara dengan program CBS “60 Minutes” dikutip BBC, Senin (11/5/2026).
Di Teheran, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan tunduk kepada tekanan musuh.
“Kami tidak akan pernah menundukkan kepala di hadapan musuh. Jika ada pembicaraan dialog atau negosiasi, itu bukan berarti menyerah atau mundur,” ujarnya.
Trump kemudian menulis di Truth Social: “Saya baru saja membaca respons dari apa yang disebut perwakilan Iran. Saya tidak menyukainya — SAMA SEKALI TIDAK BISA DITERIMA.”
14 Poin
Media AS Axios melaporkan proposal Washington terdiri dari 14 poin, termasuk penghentian pengayaan uranium Iran, pencabutan sanksi, dan pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Namun Iran masih mempertahankan pembatasan di Selat Hormuz, yang mendorong kenaikan harga minyak dunia. Sebaliknya, AS memperketat blokade terhadap pelabuhan Iran untuk menekan Teheran agar menerima syarat Washington.
Juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, memperingatkan kapal yang melintas di Selat Hormuz akan menghadapi “konsekuensi serius” jika tidak berkoordinasi dengan Teheran terlebih dahulu.
Ketegangan juga meluas ke kawasan Teluk. Inggris mengumumkan pengiriman kapal perang ke Timur Tengah untuk mendukung misi perlindungan pelayaran di Selat Hormuz bersama Prancis.
Namun Iran langsung memperingatkan akan memberi “respons tegas dan segera” terhadap pengerahan militer Inggris atau Prancis di kawasan tersebut.
Di hari yang sama, Kuwait mengaku mendeteksi drone memasuki wilayah udaranya, sementara Uni Emirat Arab menyatakan berhasil mencegat dua drone yang datang dari arah Iran.
Lebih dari 40 negara dijadwalkan menggelar pertemuan pada Senin untuk membahas rencana perlindungan jalur pelayaran di Selat Hormuz yang dipimpin Inggris dan Prancis.