LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Trump Ultimatum Hamas, Beri Waktu 3 Hari untuk Terima Kesepakatan Damai di Gaza

Apa saja ancaman yang diungkapkan Trump jika Hamas menolak rencana perdamaian yang diajukan?

Rabu, 01 Okt 2025 13:32:00
donald trump
donald trump di sidang umum pbb (Reuters)
Advertisement

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan ultimatum kepada Hamas pada Selasa (30/9/2025) untuk menerima rencananya dalam mengakhiri konflik di Gaza dalam jangka waktu tiga hingga empat hari.

Jika Hamas menolak tawaran tersebut, Trump memperingatkan bahwa mereka akan menghadapi konsekuensi yang serius, seperti yang dilaporkan oleh Japan Today pada Rabu (1/10).

Rencana yang disetujui oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mencakup beberapa poin penting, seperti gencatan senjata, pembebasan seluruh sandera dalam waktu 72 jam, pelucutan senjata kelompok militan Palestina, serta penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza.

Trump bahkan menyatakan kesediaannya untuk memimpin langsung otoritas transisi setelah perang. Beberapa negara besar, termasuk negara-negara Arab dan Muslim, menyambut positif proposal tersebut.

Advertisement

Namun, Hamas masih mempertimbangkan syarat-syarat yang diajukan dan belum memberikan jawaban resmi.

Konsultasi Hamas dan Peran Qatar

Sumber dari Palestina yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa Hamas tengah melakukan konsultasi internal yang diperkirakan akan memakan waktu beberapa hari, mengingat kompleksitas masalah yang ada. Qatar, yang menjadi tempat tinggal bagi beberapa pemimpin Hamas yang berada di pengasingan, juga mengumumkan akan mengadakan pertemuan dengan Hamas dan pejabat Turki pada malam Selasa.

Advertisement

"Masih terlalu dini untuk membicarakan respons, tetapi kami optimis bahwa rencana ini cukup komprehensif," ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar.

Tindakan Israel dan Respons Netanyahu

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (23/9/2025) di Ruang Sidang Umum PBB menyinggung insiden teleprompter yang tidak berfungsi saat dirinya hendak berbicara di podium (Dok. U © 2025 Liputan6.com

Setelah kembali dari Washington D.C, Netanyahu mengungkapkan rencananya kepada kabinet, mengklaim kesepakatan tersebut dapat memenuhi "seluruh tujuan perang Israel." Ia juga menekankan bahwa militer Israel akan terus mempertahankan kehadirannya di sebagian besar wilayah Gaza dan menolak gagasan pembentukan negara Palestina.

Di dalam negeri, rencana yang diajukan oleh Trump mendapatkan kritik tajam dari kalangan sayap kanan Israel. Bezalel Smotrich, Menteri Keuangan, menyebut rencana tersebut sebagai "kegagalan diplomatik besar" dan memperingatkan bahwa perang di Gaza akan kembali terulang.

Rencana Trump juga mencakup pengiriman pasukan internasional sementara serta pembentukan otoritas transisi yang melibatkan mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair. Negara-negara sekutu Eropa seperti Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia memberikan dukungan yang kuat terhadap proposal ini. Selain itu, Tiongkok dan Rusia juga menunjukkan dukungan mereka terhadap rencana tersebut.

Skeptisisme di Gaza

Walaupun mendapatkan dukungan global, banyak warga Gaza yang meragukan efektivitas rencana ini. "Rencana ini tidak realistis. Amerika dan Israel tahu Hamas tidak akan pernah menerima syarat seperti ini. Itu artinya perang akan terus berlanjut," ungkap Ibrahim Joudeh, seorang warga Gaza berusia 39 tahun. Sementara itu, Otoritas Palestina menyambut baik rencana Trump sebagai "upaya tulus dan penuh tekad."

Advertisement

Namun, Jihad Islam, yang merupakan sekutu Hamas, berpendapat bahwa rencana ini justru akan memperpanjang agresi terhadap rakyat Palestina.

Berita Terbaru
  • Dibintangi Dinda Kirana, SCTV Rilis Sinetron Baru Wajah Cinta yang Lain Jelang HUT ke-36
  • PMI Terima Puluhan Kantong Darah dari Program Perusahaan Ban di Cikarang
  • Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Kini Bidik Pasal ITE
  • Wamen KLH/BPLH Minta Kepala Daerah Antisipasi Kebakaran TPA Akibat El Nino
  • Mitigasi Kebakaran TPA Rawa Kucing: DLH Tangerang Perketat Pengawasan Proyek Strategis
  • berita update
  • donald trump
  • gaza
  • hamas
  • israel
  • konten ai
  • palestina
Artikel ini ditulis oleh
Editor Pandasurya Wijaya
T
Reporter Teddy Tri Setio Berty
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.