Trump Pamer Foto yang Dikirim Putin Saat di Alaska, Puji Setinggi Langit Sang Presiden Rusia
Menurut Trump, foto yang dikirimkan oleh Putin sangat menarik.
Presiden Donald Trump pada hari Jumat, 22 Agustus 2205, menunjukkan sebuah foto yang dia sebut dikirim oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin. Dalam foto tersebut, Trump dan Putin terlihat berdiri bersebelahan di Alaska, Amerika Serikat (AS), saat mereka melakukan pertemuan pada tanggal 15 Agustus.
Trump memamerkan foto itu di Ruang Oval, Gedung Putih, saat mengumumkan bahwa undian Piala Dunia 2026 akan diadakan di Washington, tepatnya di Kennedy Center. "Saya baru saja dikirimi sebuah foto dari seseorang yang sangat ingin berada di sana," ungkap Trump sebagaimana dilaporkan oleh ABC News. "Dia sangat menghormati saya dan negara kita, tetapi tidak demikian dengan yang lain."
Trump melanjutkan, "Saya akan menandatanganinya untuk dia... saya rasa Anda ingin melihatnya." Dia kemudian menyebut nama orang tersebut, yaitu Vladimir Putin, yang menurutnya mungkin akan hadir, tergantung pada situasi yang berkembang. "Dia mungkin datang, mungkin juga tidak, tergantung pada apa yang terjadi. Ada banyak hal yang akan terjadi dalam beberapa minggu ke depan," tambahnya.
Trump juga menyatakan, "Tapi menurut saya ini foto yang bagus. Saya terlihat lumayan, tapi dia tampak bagus." Pernyataan ini disampaikan saat pembicaraan damai tampak terhenti, setelah serangkaian diplomasi yang dilakukan Trump selama minggu sebelumnya. Trump menyambut Putin di Anchorage pada hari Jumat sebelumnya, yang menjadi pertemuan pertama Putin dengan pemimpin AS sejak invasi Rusia ke Ukraina.
Dua hari setelah pertemuan tersebut, Trump menerima Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Gedung Putih, bersama dengan para pemimpin Eropa lainnya. Dalam kesempatan itu, Trump mengumumkan rencananya untuk mengatur pertemuan bilateral antara Putin dan Zelenskyy. Keesokan harinya, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menginformasikan bahwa Putin telah berjanji untuk bertemu dengan Zelenskyy dalam waktu dekat.
Dua minggu yang krusial
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, mengungkapkan pada hari Jumat bahwa tidak ada rencana untuk pertemuan antara Putin dan Zelenskyy. "Putin siap bertemu dengan Zelenskyy ketika agenda untuk sebuah pertemuan tingkat tinggi sudah disiapkan dan saat ini agenda tersebut sama sekali belum ada," kata Lavrov kepada NBC News.
Lebih lanjut, Lavrov menekankan pentingnya keterlibatan Rusia dalam penyusunan jaminan keamanan untuk Ukraina setelah konflik berakhir. Ia juga mengkritik pembicaraan antara para pemimpin NATO dan Amerika Serikat yang berlangsung pekan ini mengenai isu tersebut, menyebutnya sebagai hal yang "sia-sia".
Sementara itu, setelah Trump membahas foto dirinya dengan Putin, ia ditanya tentang tanggapannya terhadap serangan Rusia yang baru-baru ini terjadi di Ukraina yang menargetkan sebuah pabrik elektronik milik AS. "Saya bilang saya tidak senang dengan itu dan saya tidak senang dengan apa pun yang ada hubungannya dengan perang," ungkap Trump. "Tidak, saya tidak senang dengan apa pun tentang perang itu. Sama sekali tidak. Kita lihat nanti apa yang terjadi. Dalam dua minggu ke depan, kita akan tahu ke arah mana ini akan berjalan. Dan saat itu saya harus benar-benar senang."
Trump melanjutkan, menjelaskan bahwa dalam "dua minggu" dia akan menentukan langkah yang akan diambil terkait Rusia dan Ukraina. "Itu akan menjadi keputusan yang sangat penting. Apakah akan ada sanksi besar-besaran, tarif besar-besaran, atau keduanya, atau kita tidak melakukan apa-apa dan bilang, 'Itu urusan kalian'," tambah Trump.