Tak ingin dikuasai budaya barat, Iran larang pelajaran bahasa Inggris di sekolah
"Ini bukan artinya kita menolak pelajaran bahasa asing, tetapi ini bisa dinilai sebagai promosi budaya asing ke negara ini khususnya kepada anak-anak," ujar Khamenei dalam sebuah pidato di hadapan guru-guru.
Pemerintah Iran melarang pengajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar di negara tersebut. Keputusan itu dibuat setelah beberapa pemimpin Islam mengatakan pembelajaran bahasa tersebut sejak dini membuka jalan menuju invasi budaya Barat.
"Mengajar Bahasa Inggris di sekolah dasar negeri maupun swasta dan memasukkannya ke dalam kurikulum resmi bertentangan dengan hukum dan peraturan," kata Dewan Pendidikan Tinggi Negara Bagian, Mehdi Navid-Adham, seperti dilansir dari laman Alarabiya, Senin (8/1).
"Anggapannya adalah bahwa pada pendidikan dasar, kebudayaan Iran seharusnya ditanamkan," lanjutnya.
Pelajaran bahasa Inggris di Iran biasanya dimulai pada pendidikan menengah. Namun ada juga beberapa sekolah dasar negeri yang sudah memulai kelas bahasa Inggris. Hal tersebut juga dilakukan oleh beberapa sekolah swasta.
Selain itu, ada juga keluarga berkecukupan yang memasukkan anak-anak mereka ke tempat belajar non-pemerintah untuk mempelajari bahasa Inggris.
Para pemimpin Islam di Iran sudah beberapa kali memperingatkan tentang bahayanya invasi budaya asing ke negara tersebut, termasuk Ayatollah Ali Khamenei. Khamenei juga pernah menyuarakan kemarahannya atas pelajaran bahasa Inggris yang menyebar ke sekolah-sekolah dasar.
"Ini bukan artinya kita menolak pelajaran bahasa asing, tetapi ini bisa dinilai sebagai promosi budaya asing ke negara ini khususnya kepada anak-anak," ujar Khamenei dalam sebuah pidato di hadapan guru-guru.
Baca juga:
Kepala CIA bantah terlibat demonstrasi antipemerintah di Iran
Garda Revolusi Iran sebut AS, Inggris dan Israel dalang kerusuhan
Demo Iran bikin hubungan AS-Eropa tegang
CIA, Israel dan Arab Saudi dituding provokator demo di Iran
Video hoax soal demo di Iran beredar
Terlibat program rudal balistik, AS sanksi 5 perusahaan Iran
Berawal dari demo, Iran bakal jadi Suriah kedua?