CIA, Israel dan Arab Saudi dituding provokator demo di Iran
Merdeka.com - Jaksa Penuntut Umum Iran Mohammad Jafar Montazeri menuding Badan Intelijen Amerika Serikat di luar negeri, CIA, Israel dan Arab Saudi sebagai provokator demonstrasi selama seminggu di Iran. Demo itu mengakibatkan 21 orang tewas.
Montazeri mengatakan, warga negara Amerika bernama Michael Andrea sebagai pelindung dalam demo penghasutan di Iran. Pria tersebut mengaku sebagai mantan agen CIA, yang dibentuk menjadi sebuah kelompok bertugas mengatasi perselisihan di Iran. Seperti dilansir dari Russia Today, Jumat (5/1).
Selain warga negara Amerika, Montazeri juga menunjuk Israel dan Arab Saudi sebagai biang kerusuhan di Iran.
Dikutip dari Kantor Berita Republik Islam Iran (IRNA), Montazeri mengatakan, Andrea dan seorang perwira menjadi agen mata-mata Israel Mossad. Agen tersebut mendalangi sebuah rencana yang disebut 'Konsekuensi Konvergensi Doktrin', dan Arab Saudi yang mengambil alih sisanya.
Sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatulloh Ali Khamenei menuduh AS, Israel dan Arab Saudi sebagai negara musuh yang ikut campur dalam masalah negaranya.
"Seperti perkembangan akhir-akhir ini (di negara ini), musuh telah bersatu untuk menciptakan masalah bagi sistem Islam dengan menggunakan berbagai cara. Termasuk uang, senjata, politik dan aparat keamanan," kata Khamenei.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya