Sekjen PBB: Gaza Adalah Ladang Pembantaian, Warga Palestina Berada dalam Lingkaran Kematian Tak Bertepi
Sekjen PBB kali ini bersuara keras mengecam Israel atas tindakannya di Gaza.
Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengatakan warga Palestina di Gaza kini sedang dalam “lingkaran kematian” dan menuntut agar blokade segera diakhiri.
Guterres menolak tawaran Israel untuk mengendalikan pengiriman bantuan. Ia menyebut Gaza sebagai “ladang pembantaian” karena blokade terus-menerus berlanjut.
Dilansir Aljazeera, Rabu (9/4), Guterres menolak usulan baru Israel untuk mengendalikan pengiriman bantuan ke Jalur Gaza dan mengatakan hal itu berisiko “lebih jauh mengendalikan dan membatasi bantuan hingga ke kalori dan tepung terakhir.”
“Saya tegaskan. Kami tidak akan berpartisipasi dalam pengaturan apa pun yang sangat tidak menghormati prinsip-prinsip kemanusiaan, imparsialitas, independensi, dan netralitas,” kata dia.
Sejak 2 Maret, tidak ada bantuan yang masuk ke Gaza yang dihuni oleh 2.3 juta warga Palestina. Israel terus menutup jalur penyeberangan perbatasan, melarang masuknya segala bantuan mulai dari makanan hingga pasokan medis dan bahan bakar.
“Lebih dari sebulan penuh berlalu Gaza tidak menerima setetes pun bantuan. Tidak ada makanan, tidak ada bahan bakar, tidak ada obat-obatan, tidak ada pasokan komersial,” ungkap Guterres di New York.
“Ketika bantuan mengering, pintu air kengerian dibuka kembali. Gaza menjadi ladang pembantaian dan warga sipil berada di dalam lingkaran kematian tak bertepi,” tambahnya.
Menurut jurnalis Gabriel Elizondo dari Aljazeera, ini adalah pertama kalinya Guterres menggunakan bahasa yang keras dalam pernyataannya tentang Gaza. Hal ini menandakan ia sudah sangat jengkel dengan betapa buruknya situasi di sana.
“Ia memaparkan cara-cara yang sangat spesifik di mana Israel melanggar hukum internasional,” kata Elizondo.
Kemudian, Guterres mengakhiri pernyataannya dengan menekankan dan menyerukan untuk gencatan senjata permanen, akses kemanusiaan penuh di Gaza dan pembebasan tawanan Israel yang ditahan di Gaza.
“Dengan titik-titik penyeberangan di Gaza yang di tutup serta bantuan kemanusiaan yang diblokade, keamanan menjadi sangat kacau dan kapasitas kami untuk mengirim bantuan dicekik,” tegas Guterres.“Sebagai negara yang menjajah, Israel memiliki kewajiban yang tegas berdasarkan hukum internasional, termasuk hukum kemanusiaan internasional dan hukum hak asasi manusia internasional,” tambahnya.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey