LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Sebut Sinterklas Tak Nyata, Pendeta Ini Didesak Minta Maaf

Pernyataan pendeta tersebut dinilai mengganggu suasana Natal.

Kamis, 26 Des 2024 11:11:00
inggris
Santa Claus melambaikan tangan setibanya Kongres Dunia Sinterklas di Kopenhagen, Denmark, Senin (23/7). Kegiatan itu merupakan sarana dimana seluruh santa di dunia bisa bertemu dan melakukan (© 2024 Liputan6.com)
Advertisement

Seorang pendeta asal Inggris menghadapi kritik setelah mengganggu suasana Natal di kelas dengan menyatakan bahwa Sinterklas tidak ada dan orang tua merekalah yang menaruh hadiah di bawah pohon Natal. Pekan lalu, Pendeta Dr. Paul Chamberlain seharusnya memberikan ceramah tentang kelahiran Yesus kepada siswa Kelas Enam di Lee-on-the-Solent Junior School, Hampshire, seperti yang dilaporkan Oddity Central pada Rabu (25/12).

Namun, ia justru membahas topik yang tidak siap diterima oleh banyak anak, yaitu keberadaan Sinterklas. Dengan nada santai, ia memberi tahu para siswa bahwa Sinterklas itu tidak nyata dan orang tua mereka yang membelikan hadiah serta menikmati kue yang ditinggalkan untuk Sinterklas.

Reaksi anak-anak pun mengejutkan, banyak di antara mereka yang mulai menangis dan segera menceritakan pengalaman tersebut kepada orang tua mereka. Akibatnya, pendeta tersebut diminta untuk meminta maaf kepada anak-anak, orang tua mereka, serta pihak sekolah.

"Kalian semua murid kelas enam, sekarang mari kita bersikap realistis, Sinterklas itu tidak nyata," kata Chamberlain.

Advertisement

Setelah membahas kisah Kelahiran Yesus dari Alkitab, ia melanjutkan dengan beberapa komentar mengenai Sinterklas, yang membuat banyak orang tua merasa terganggu.

"Paul telah mengakui bahwa ini adalah kesalahan penilaian dan ia seharusnya tidak melakukannya. Ia meminta maaf tanpa syarat kepada sekolah, orang tua, dan anak-anak, dan kepala sekolah segera menulis surat kepada semua orang tua untuk menjelaskan situasi ini," jelas juru bicara Keuskupan Portsmouth.

Advertisement
Advertisement

Beberapa orang tua menganggap tindakan pendeta tersebut sebagai 'salah' atau 'menjijikkan', sementara yang lain berpendapat mereka harus "memaksa sebanyak mungkin sihir" pada musim liburan untuk membantu anak-anak mereka mengatasi trauma.

Berita Terbaru
  • Intip 7 Foto Dapur Arumi Bachsin, Nuansa Open Space-nya Estetik dan Nyaman
  • Kabar Terbaru Revisi UU Polri, Komisi III DPR Bentuk Panja Diketuai Habiburokhman
  • Judul Pleidoi Noel Ebenezer: Bela Buruh Diperas Pengusaha Hitam, Dituduh Keji Memeras
  • MK Gugurkan Gugatan UU ITE yang Diajukan Mahasiswa, Ini Penyebabnya
  • Bantahan Keras Ayah Bupati Bekasi Terima Duit Pelicin Rp500 Juta dari Kadis buat Atur Mutasi Jabatan
  • berita update
  • inggris
  • konten ai
  • merdekaglobal
  • natal 2024
  • sinterklas
Artikel ini ditulis oleh
Editor Hari Ariyanti
T
Reporter Teddy Tri Setio Berty
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.