Rouhani dikecam usai istrinya gelar pesta mewah
Acara jamuan makan malam itu sebetulnya digelar untuk menandai Hari Wanita pada Sabtu pekan lalu.
Presiden Iran Hassan Rouhani, yang sudah berada di bawah tekanan dari kelompok konservatif karena sikap terbukanya meski bersisaf tentatif terhadap Barat, kemarin mendapat kritikan atas apa apa yang dianggap oleh pihak lawannya sebagai sebuah 'bola mewah' dilemparkan oleh Ibu Negara, setelah istri Rouhani itu menggelar sebuah pesta.
Diadakan di sebuah istana milik pemimpin terguling Iran, Mohammad Reza Shah Pavlavi, di sebuah kawasan kaya di sebelah utara Teheran, acara jamuan makan malam mewah itu sebetulnya digelar untuk menandai Hari Wanita pada Sabtu pekan lalu, yang juga bertepatan dengan peringatan ulang tahun putri Nabi Muhammad, Fatimah, seperti dilansir situs Asia One, Rabu (23/4).
Tapi kelompok garis keras di parlemen Negeri Mullah itu mengatakan kegiatan tersebut memperlihatkan Rouhani terlibat dalam kemewahan ketika warga Iran kelas bawah menderita kesulitan ekonomi, yang sebagian besar disebabkan oleh sanksi-sanksi ekonomi dari Barat.
"Dapatkah seseorang memberitakan penghematan dan pengorbanan keuangan namun menggelar sebuah pesta mewah?" ujar salah satu dari mereka yang mengecam di parlemen Iran. Setidaknya sebelas anggotanya menandatangani sebuah petisi yang bakal menghukum sang presiden demi kebaikan.
Pemerintahan Rouhani besok dijadwalkan akan menjelaskan masalah lonjakan harga sebagai bagian dari pengurangan besar-besaran di subsidi pemerintah untuk barang-barang pokok, sebuah kebijakan yang akan menguji dukungan terhadap dirinya selama sepuluh bulan, setelah dia melakukan kejutan saat menang dalam pemilihan umum.
Rouhani, yang membawa Iran dalam pembicaraan dengan Barat dan negara kekuatan lainnya atas program nuklir Teheran, menolak kritikan terkait acara makan malam itu.
"Ini adalah tindakan paling mengejutkan dan patut disesalkan bahwa bahkan sebuah pertemuan murni sekalipun tidak dapat lolos dari sebuah gosip, fitnah dan bermotif politis," ujar kantor kepresiden Iran dalam sebuah pernyataan.
"Semua hal Islami terlihat dalam acara itu, semua perempuan berpakaian rakyat tradisional, hanya beberapa wanita terlihat melompat-lompat dan bersukacita," ujar pernyataan itu, untuk menangkis anggapan pesta itu terkesan bargaya Barat, sebab juga dihadiri oleh tamu asing dan keluarga diplomat.
Istri Rouhani, Sahebeh Arabi, dianggap sedikit lebih 'terlihat' daripada Ibu Negara lainnya di Iran, dan pada beberapa kesempatan dia juga dapat terlihat berfoto saat menghadiri acara-acara pendidikan atau amal, dengan selalu berpakaian hitam panjang dan mengenakan cadar.
Baca juga:
Wanita nyaris tanpa busana tertangkap berkeliaran di Teheran
Pesawat berbendera Amerika mendarat di Iran
Katakan kebenaran, wanita Iran divonis mati ini akan diampuni
Rouhani: Kami inginkan perdamaian dan stabilitas dunia
Hampir digantung, pembunuh di Iran diselamatkan ibu korban