LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Pria Ini Kembalikan Medali Penghargaan dari Israel Setelah Keluarganya di Gaza Tewas Dibom

Israel memberikan penghargaan karena pria ini pernah menyelamatkan seorang anak Yahudi dari Nazi Jerman saat peristiwa Holocaust.

Rabu, 01 Nov 2023 06:06:00
israel serang gaza palestina
Pria Ini Kembalikan Medali Penghargaan dari Israel Setelah Keluarganya di Gaza Tewas Dibom (merdeka.com)
Advertisement
Medali "Righteous Among the Nations" © Getty Images via BBC

Pria Ini Kembalikan Medali Penghargaan dari Israel Setelah Keluarganya di Gaza Tewas Dibom

Seorang pria Belanda yang pernah diberi penghargaan oleh Israel karena menyembunyikan seorang anak Yahudi selama Perang Dunia II menyerahkan kembali medalinya kepada negara zionis tersebut. Aksi ini dilakukan setelah kerabatnya tewas dalam serangan udara Israel di Gaza, Palestina.

Sumber: BBC

Henk Zanoli (91) menulis surat kepada kedutaan Israel di Den Haag, menyatakan dia tidak dapat menerima lagi tanda kehormatan tersebut. Dia mengatakan, jet tempur F-16 Israel telah menghancurkan rumah keponakannya di Gaza yang menewaskan semua orang di dalamnya.

Kedutaan Israel menolak mengomentari tindakan Zanoli.

Pada 2011, Zanoli dan ibunya diberi penghargaan "Righteous Among the Nations" oleh Israel karena mereka membantu melindungi seorang anak Yahudi dari kekejaman Nazi di rumah keluarga mereka dari tahun 1943 hingga 1945. Penghargaan ini diberikan kepada orang non-Yahudi yang mempertaruhkan nyawa mereka untuk melindungi dan menyelamatkan orang-orang Yahudi selama Holocaust.

Medali "Righteous Among the Nations" © Getty Images via BBC

Namun, Zanoli menyatakan melalui sebuah surat yang diterbitkan surat kabar Israel, Haaretz, menerima kehormatan dari Israel dalam situasi seperti ini akan menjadi penghinaan bagi seluruh anggota keluarganya, bahkan empat generasi setelahnya, mengingat mereka kehilangan tidak kurang dari enam kerabat di Gaza.

Advertisement
Perang Israel-Gaza © 2023 maverick

“Cicit ibu saya telah kehilangan nenek, tiga paman, seorang bibi dan sepupu mereka di tangan militer Israel,” tulisnya, mengacu pada serangan udara yang dilakukan militer Israel pada tanggal 20 Juli.

Keponakannya adalah seorang diplomat Belanda yang menikah dengan ekonom Palestina Ismail Ziadah, yang lahir di sebuah kamp pengungsi di Gaza tengah.

Ibu Ziadah, tiga saudara laki-lakinya, seorang saudara ipar perempuan, dan keponakan laki-lakinya yang berusia sembilan tahun semuanya meninggal setelah rumah keluarga mereka diserang oleh pesawat Israel.

Sudah hari ke-23, pertempuran antara Hamas Palestina dan Israel semakin mencekam dan panas pada Senin (30/10/2023).

Gempuran dari peralatan tempur militer Israel dari Tel Aviv terus mengalami peningkatan ke bumi Palestina.

Israel meningkatkan serangan udara ke Gaza dengan menambahkan jumlah kiriman rudal yang terus menghancurkan rumah-rumah penduduk Palestina.

Jet tempur F-16, F-35, drone Hermes 950, helikopter tempur Apache hingga tank Howitzer self-propelled M109 155 mm terus meluncurkan serangannya ke wilayah Gaza, Palestina.

Dari data per hari Minggu (29/10/2023), jumlah korban yang tewas akibat serangan Israel ke Gaza Palestina sudah mencapai 8.005 orang.

Sementara lebih dari 20.200 orang lainnya di Gaza luka-luka.

Dilaporkan jumlah korban tewas terbesar di Gaza merupakan anak-anak dan perempuan.

Sementara jumlah korban tewas di Tepi Barat Palestina juga bertambah menjadi 116 orang dengan 2.000 orang lainnya terluka.

Sedangkan dari pihak Israel, jumlah korban tewas 1.400 orang dan sekitar 5.431 orang lainnya mengalami luka-luka.

Selain itu, Hamas juga dilaporkan masih menahan 200 orang tawanan Israel sejak serangan ke Israel pada 7 Oktober lalu.

Meski sudah didesak PBB dan dunia Internasional untuk segera melakukan gencatan senjata, Israel masih tetap melancarkan serangannya ke Gaza.

Namun pihak Israel justru menanggapi desakan gencatan senjata dari PBB sebagai bentuk 'penghinaan'.

Militer Israel malah melayangkan perintah darurat kepada warga Palestin agar a segera angkat kaki ke selatan Gaza yang akan menjadi target utama gempuran selanjutnya.

Sementara itu, beredar kabar di media sosial, Kementerian Pendidikan di Gaza terpaksa akan menutup sekolah-sekolah dan mengakhiri tahun ajaran lantaran sebagian besar murid di Gaza telah tewas akibat serangan membabi buta Israel.

Meski begitu, sampai saat ini belum ada media internasional dan organisasi untuk memverifikasi laporan itu. © 2023 maverick

Zanoli, seorang pensiunan pengacara, mengungkapkan kritik tajam terhadap serangan Operasi Tepi Pelindung Israel. Dengan memperingatkan bahwa tindakan tersebut mengarah pada hukuman atas "kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan".

Advertisement

Zanoli juga mengalami tragedi keluarga setelah kehilangan ayahnya di kamp konsentrasi Nazi dan saudara iparnya yang tewas karena peran mereka dalam perlawanan Belanda selama Perang Dunia II.

“Dengan latar belakang ini, sangat mengejutkan dan tragis bahwa hari ini, empat generasi kemudian, keluarga kami dihadapkan pada pembunuhan saudara kami di Gaza. Pembunuhan yang dilakukan oleh Negara Israel,” tulisnya dalam surat yang ditujukan kepada duta besar Israel, Haim. Davon.

Advertisement

Dia diberitakan terlalu lemah untuk menyerahkan medali tersebut secara langsung, sehingga ia memilih mengirimkannya ke kedutaan Israel di Belanda.

Sumber: BBC

Berita Terbaru
  • Viral Warga Blora Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak, Tantang Gubernur Jateng Tinjau Langsung Lokasi
  • Fantastis! 749.423 Petir dan 136 Gempa Tercatat Guncang Jabar dalam Sebulan
  • Libur Panjang Iduladha, 61.000 Penumpang Kereta Api Padati Kota Bandung
  • Polda Jateng Gandeng FBI, Bongkar Sindikat Pig Butchering Cuan Rp41 M Lebih Hampir Setahun
  • Warga Bali Harap Bersabar, Cuaca Dingin Diprediksi Berlangsung hingga Agustus
  • belanda
  • israel
  • israel serang gaza palestina
  • jalur gaza
  • konflik israel-palestina
  • palestina
Artikel ini ditulis oleh
Editor Hari Ariyanti
H
Reporter Hari Ariyanti
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.