LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Presiden Kuba Peringatkan AS, Serangan Militer Picu Pertumpahan Darah

Trump sedang berusaha mendesak Kuba agar menghentikan rezim komunisnya, dengan harapan membuka kesempatan bagi bisnis Amerika Serikat di negara tersebut.

Kamis, 21 Mei 2026 09:23:00
amerika serikat
Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel. (Dok. Ariel Ley Royero/AP) (© 2026 Liputan6.com)
Advertisement

Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel memberikan peringatan bahwa serangan militer dari Amerika Serikat (AS) terhadap Kuba akan mengakibatkan pertumpahan darah yang tidak terukur, Senin (18/5).

"Kuba tidak menimbulkan ancaman, juga tidak memiliki rencana atau niat agresif terhadap negara mana pun. Kuba tidak memiliki niat tersebut terhadap AS dan tidak pernah memilikinya, sesuatu yang diketahui dengan baik oleh pemerintah negara itu," dalam unggahan Diaz-Canel di X.

Diaz-Canel juga menambahkan bahwa Kuba telah mengalami berbagai bentuk agresi dari tindakan AS dan berhak untuk membela diri dari serangan militer. Meskipun demikian, dia menegaskan bahwa hak untuk membela diri tidak bisa dijadikan alasan untuk melancarkan perang terhadap rakyat Kuba.

Hubungan antara kedua negara saat ini berada pada titik terendah dalam beberapa dekade, seiring dengan meningkatnya tekanan dari Presiden AS Donald Trump serta krisis energi yang semakin parah di Kuba.

Advertisement

Pekan lalu, menteri energi Kuba menyatakan bahwa bantuan minyak dari Rusia yang sebelumnya tiba pada saat-saat terakhir kini telah habis, sehingga warga Kuba harus menghadapi pemadaman listrik yang lebih sering.

Menurut laporan CNN, pada Senin, pemerintahan Trump mengumumkan sanksi baru terhadap pemerintah Kuba, termasuk badan intelijen utama dan kementerian dalam negerinya. Sanksi tersebut juga menargetkan 11 pejabat Kuba, termasuk menteri kehakiman dan wakil menteri angkatan bersenjata revolusioner Kuba.

Advertisement

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengungkapkan bahwa sanksi tambahan kemungkinan akan diumumkan dalam beberapa hari dan pekan mendatang. Pukulan lain bagi Kuba datang pada Minggu (17/5), ketika Reuters melaporkan bahwa perusahaan pelayaran besar Hapag-Lloyd dan CMA CGM tidak akan lagi melakukan pengiriman ke atau dari Kuba untuk mematuhi aturan baru pemerintahan Trump. Langkah ini diperkirakan akan memperparah kelangkaan pangan di pulau tersebut.

Selama beberapa dekade, sektor pertanian Kuba yang runtuh dan salah urus ekonomi telah memaksa pemerintah untuk mengimpor sebagian besar makanan yang dikonsumsi. Bahkan, barang-barang seperti gula, kopi, dan tembakau yang dulunya diproduksi dalam jumlah besar kini harus diimpor. Dalam beberapa bulan terakhir, Trump sering memprediksi akan berakhirnya rezim Castro.

"Menurut saya, pada akhirnya mereka akan terpaksa datang kepada kami," kata Trump kepada Fox News dalam wawancara yang ditayangkan pada Jumat. "Itu negara gagal. Benar-benar negara gagal."

Bersiap Hadapi Serangan

Bagi banyak warga Kuba, ancaman serangan militer dari Amerika Serikat semakin terasa nyata, sehingga mereka mulai bersiap-siap untuk menghadapi kemungkinan tersebut. Dalam beberapa hari terakhir, sebagai langkah pencegahan, badan Pertahanan Sipil Kuba telah menyebarkan panduan kepada masyarakat mengenai cara menghadapi potensi agresi militer terhadap negara mereka.

Panduan yang disebarkan mencakup beberapa rekomendasi, seperti menyiapkan tas berisi kebutuhan pokok dan barang-barang yang tahan lama. Selain itu, panduan tersebut juga mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap suara sirene yang menandakan adanya serangan udara.

Advertisement

Judul panduan itu adalah Protect, Resist, Survive, and Prevail yang jika diterjemahkan berarti "Lindungi, Bertahan, Selamat, dan Menang."

Berita Terbaru
  • 5 Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dinonaktifkan, Diduga Lakukan Kekerasan Seksual
  • PLN Ungkap Penyebab Listrik Padam di Sebagian Wilayah Sumatra Malam Ini
  • Dana Rp 152 Miliar Tak Cair, Nasabah PD BKK Klaten Mengadu ke Anggota Komisi III DPR
  • Cara Mudah Ternak Walet di Rumah, Cocok untuk Pemula
  • Mati Lampu Serentak di Sumbar, Warga Keluhkan Rumah Panas hingga Sinyal HP Eror
  • amerika serikat
  • donald trump
  • konten ai
  • kuba
  • liputan6
Artikel ini ditulis oleh
Editor Henni Rachma Sari
K
Reporter Khairisa Ferida
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.