Popularitas Trump Anjlok ke Titik Terendah, Cuma 34% Warga AS Mendukungnya
Mayoritas warga AS mengeluhkan biaya hidup dan perang dengan Iran.
Tingkat persetujuan terhadap Presiden Donald Trump anjlok ke level terendah dalam masa jabatannya saat ini, antara lain karena penanganannya terhadap biaya hidup masyarakat dan perang yang tidak populer dengan Iran, menurut jajak pendapat terbaru.
Hanya 34% warga Amerika yang menyetujui kinerja Trump, berdasarkan jajak pendapat empat hari Reuters/Ipsos yang dirilis pada 28 April.
Dilansir USA Today, Rabu (29/4), survei tersebut menunjukkan tingkat persetujuan Trump turun 2 poin persentase, dari sebelumnya 36% dalam survei Reuters/Ipsos yang dilakukan pada 15–20 April.
“Mayoritas respons dikumpulkan sebelum insiden penembakan pada Sabtu malam di acara makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih, di mana Trump dijadwalkan berpidato,” tulis Reuters dalam laporannya. Jaksa federal telah mendakwa tersangka dengan sejumlah tuduhan, termasuk percobaan pembunuhan terhadap presiden.
Survei Sebelumnya
Survei sebelumnya yang dirilis 21 April menunjukkan 36% warga Amerika menyetujui kinerja Trump. Pemilih juga memberikan angka serupa dalam jajak pendapat Reuters pada 23 Maret, seperti sebelumnya dilaporkan USA Today.
“Jajak pendapat yang sesungguhnya adalah pada 5 November 2024 ketika hampir 80 juta warga Amerika secara meyakinkan memilih Presiden Trump untuk menjalankan agenda populer dan masuk akalnya,” kata juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, dalam pernyataan yang dikirim melalui email kepada USA Today pada 28 April.
“Tidak ada presiden lain dalam sejarah yang mencapai lebih banyak bagi rakyat Amerika selain Presiden Trump, yang bekerja tanpa lelah untuk menciptakan lapangan kerja, menekan inflasi, meningkatkan keterjangkauan perumahan, dan lainnya. Presiden telah membuat kemajuan bersejarah tidak hanya di Amerika tetapi juga di seluruh dunia, dan ini baru permulaan seiring agendanya terus berjalan,” lanjut pernyataan tersebut.
Kenaikan Harga Makanan dan Bahan Bakar
Selain penolakan terhadap perang yang sedang berlangsung dengan Iran, banyak warga Amerika juga menyebut kenaikan harga makanan dan bahan bakar sebagai alasan ketidakpuasan mereka.
Jajak pendapat ini dilakukan secara daring dengan melibatkan 1.014 orang dewasa di seluruh Amerika Serikat, dengan margin kesalahan sekitar 3 poin persentase.
Sejak menjabat pada Januari 2025 — saat 47% warga Amerika menyetujui kinerjanya di Gedung Putih — popularitas Trump terus mengalami penurunan.