LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Penembakan di Masjid San Diego, KJRI Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban

KJRI San Francisco saat ini masih menunggu laporan dari pihak berwenang setempat mengenai motif di balik penembakan tersebut.

Rabu, 20 Mei 2026 05:22:36
amerika serikat
Reaksi para jemaah saat meninggalkan pusat reunifikasi setelah penembakan di Pusat Islam San Diego pada Senin (18/5/2026) (Dok. AFP/ZOE MEYERS) (© 2026 Liputan6.com)
Advertisement

Konsulat Jenderal RI (KJRI) di San Francisco, Amerika Serikat, memastikan bahwa tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam insiden penembakan yang terjadi di Islamic Center of San Diego (ICSD), California, pada hari Senin, 18 Mei 2026. Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada hari Selasa, 19 Mei, Konsul Penerangan dan Sosial Budaya KJRI San Francisco, Afina Burhanuddin, menyatakan bahwa pihaknya terus berkomunikasi dengan komunitas Muslim Indonesia untuk memastikan kondisi WNI pasca peristiwa tersebut.

Afina menjelaskan bahwa penembakan tersebut terjadi sekitar pukul 11.40 waktu setempat dan mengakibatkan lima orang tewas, termasuk seorang petugas keamanan serta dua tersangka yang berusia 17 dan 19 tahun. Menurutnya, motif dari penembakan ini masih dalam penyelidikan, dan pihak berwenang setempat belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kasus tersebut.

"Departemen Kepolisian San Diego menduga bahwa serangan ini ada kaitannya dengan serangan kebencian terhadap komunitas Muslim," ujarnya.

Kejahatan Kebencian

Ia menambahkan bahwa kasus ini mendapatkan perhatian dari pemerintah federal AS serta pemerintah negara bagian. Kepala Kepolisian San Diego, Scott Wahl, mengonfirmasi bahwa tiga dari korban tewas adalah laki-laki. Ia juga menyatakan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan biro penyelidik federal, FBI, untuk menangani kasus ini.

Advertisement

"Penyelidikan akan mengarah pada dugaan kejahatan kebencian karena lokasi kejadian berada di pusat kegiatan Islam," kata Wahl.

Presiden AS, Donald Trump, menyebut insiden tersebut sebagai "situasi yang mengerikan." Ia menjelaskan bahwa pejabat federal dan negara bagian sedang menyelidiki kasus ini serta mengumpulkan informasi tambahan.

Advertisement
Advertisement

"Hal yang terjadi adalah situasi yang mengerikan. Saya telah menerima pembaruan informasi awal, dan kami akan terus memantaunya dengan cermat," ujar Trump, seperti yang dikutip dari Anadolu. ICSD sendiri merupakan pusat aktivitas dan ibadah Muslim terbesar di San Diego yang terletak sekitar 15 kilometer dari pusat kota.

Berita Terbaru
  • Penembakan di Masjid San Diego, KJRI Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban
  • WNI yang Ditangkap Israel Bertambah Jadi 7 Orang
  • Mentan Amran Pastikan Usut Tuntas Oknum Pencatut Nama Kementan dalam Proyek Fiktif
  • Renovasi Rumah Kemensos: 31 Hunian Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Tabanan Direnovasi Mulai Juni 2026
  • Mentan Perketat Pengawasan Hilirisasi Perkebunan, Jaga Kualitas dan Lindungi Petani
  • amerika serikat
  • berita update
  • kjri
  • konten ai
  • penembakan
  • penembakan di masjid san diego
  • wni
Artikel ini ditulis oleh
Editor Pandasurya Wijaya
T
Reporter Tim Global, Teddy Tri Setio Berty
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.