Pejabat AS Sebut Pemimpin Hamas ‘Orang-Orang Baik', Israel Murka
Utusan Presiden AS Donald Trump bertemu dengan para pemimpin Hamas untuk negosiasi.
Utusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Adam Boehler menyatakan para pemimpin Hamas adalah orang-orang baik.
“Sebenarnya (pemimpin Hamas) orang-orang yang cukup baik, orang baik seperti kita,” ungkapnya, seperti dikutip dari lama Quds News Network, Senin (10/3).
Hal ini diungkapkan setelah dia bertemu perwakilan Hamas untuk berunding belum lama ini. Pertemuan tersebut membuat Israel murka, seperti yang dilaporkan Channel 13 Israel. Namun Boehler membela perundingan langsung antara AS dengan Hamas itu dan menyatakan, “AS bukanlah agen Israel.”
Pernyataan Boehler disampaikan saat mengomentari panggilan telepon dari Ton Dermer, Menteri Urusan Strategis Israel dan tangan kanan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dermer mengkritik keputusan Trump melakukan perundingan langsung dengan Hamas.
Pekan lalu, Boehler memulai negosiasi dengan Hamas dengan fokus membahas tentang pembebasan Edan Alexander, seorang tahanan tentara Israel-Amerika berusia 21 tahun, serta pembebasan empat jenazah pemukim Amerika yang tewas dibunuh Israel di Gaza.
Hamas dilaporkan memberi tahu Boehler bahwa mereka bersedia mengembalikan semua tawanan Israel dengan imbalan pembebasan tahanan Palestina. Namun, Israel tidak setuju dengan jumlah tahanan yang diminta Palestina.
Channel 13 Israel melaporkan, pejabat senior Israel marah atas sikap yang diambil Washington. Mereka yakin Trump bernegosiasi di belakang Israel dan membatasi kemampuan Netanyahu untuk bermanuver.
“Jika Trump mencapai kesepakatan dengan Hamas, Netanyahu tidak akan bisa menolaknya, dan Amerika mengetahui hal itu,” kata pejabat ini.
Pada awalnya, Netanyahu menepis kemungkinan adanya negosiasi serius AS-Hamas. Namun, seiring berlanjutnya pembicaraan antara mereka, pemerintah Israel semakin khawatir.
Sementara itu, Boehler menekankan pertemuan dengan Hamas bukan berarti persahabatan atau aliansi.
“Saya bekerja untuk Presiden Trump. Ini adalah keputusannya, saya akan melaksanakannya,” ujarnya.
AS dilaporkan memberi tahu Hamas bahwa membebaskan tahanan Amerika akan membangun kepercayaan Trump, kemudian dapat mendorong kesepakatan gencatan senjata yang lebih luas.
Channel 13 Israel mengutip Adam Boehler yang mengatakan bahwa Hamas ingin mengembalikan semua tahanan Israel dan menuntut Israel untuk membebaskan semua tahanan Palestina sebagai imbalannya.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey