LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Microsoft Larang Penggunaan Kata 'Gaza' dan 'Palestina' dalam Komunikasi Internal Karyawan

Selain dua kata tersebut, perusahaan ini juga melarang kata 'genosida'.

Jumat, 23 Mei 2025 17:04:00
microsoft
Microsoft Larang Penggunaan Kata 'Gaza' dan 'Palestina' dalam Komunikasi Internal Karyawan (merdeka.com)
Advertisement

Microsoft menerapkan kebijakan pemblokiran email karyawan yang berisi kata-kata "Palestina," "Gaza," atau "genosida" di server Exchange internalnya, seperti dilaporkan Drop Site News pada 22 Mei. Menurut No Azure for Apartheid, sekelompok karyawan Microsoft yang pro-Palestina, filter otomatis secara diam-diam mencegah email semacam itu sampai ke penerima.

Filter tersebut mulai berlaku pada Rabu setelah konferensi pengembang Microsoft Build, yang menghadapi gangguan berulang-ulang oleh kelompok aktivis tersebut, seperti dikutip dari The Cradle, Jumat (23/5).

Sejumlah karyawan Microsoft menentang keterlibatan perusahaan tersebut dalam perang Israel di Jalur Gaza, yang secara luas dianggap sebagai genosida. Para karyawan memprotes penyediaan layanan cloud dan infrastruktur penting lainnya oleh Microsoft yang digunakan oleh militer Israel.

Menjelang acara tahunan Build, yang ditujukan untuk para pengembang dan penggemar teknologi di seluruh dunia, perusahaan tersebut mengeluarkan laporan yang mengklaim penyelidikan internal menemukan operasi Microsoft tidak membahayakan warga sipil di Gaza. Microsoft menyediakan teknologi untuk Kementerian Pertahanan Israel, "menawarkan proposal yang disesuaikan dan diskon signifikan untuk layanan cloud dan AI. Kesepakatan ini, yang dinegosiasikan dan ditingkatkan selama berbulan-bulan, memposisikan Microsoft sebagai penyedia teknologi utama selama operasi militer Israel di Gaza," tulis Drop Site, berdasarkan tinjauan dokumen internal perusahaan.

Advertisement

Microsoft tidak membantah keaslian dokumen yang dikutip Drop Site dan mengakui telah menyediakan layanan Kecerdasan Buatan (AI) kepada Kementerian Pertahanan Israel, tetapi tetap mengklaim telah melakukan peninjauan dan menemukan teknologi Azure dan AI Microsoft, maupun perangkat lunak mereka yang lain, digunakan untuk menyerang atau menyakiti warga sipil.

Advertisement

Beberapa hari setelah dimulainya serangan Israel di Gaza pada tahun 2023, Microsoft mulai mencari kontrak baru dengan tentara Israel, mengantisipasi pengeluaran militer yang besar. Microsoft dengan cepat menjadi salah satu dari 500 pelanggan global teratas militer Israel.

Advertisement
Berita Terbaru
  • Nasdem Usul Ambang Batas Parlemen Tunggal: Tak Lolos Nasional, Kursi DPRD Hangus
  • PKS Dukungan Usulan KPK Soal Ketum Dibatasi Dua Periode: Memperkuat Regenerasi dan Kaderisasi Parpol
  • Gubernur: Nilai Tukar Rupiah Sekarang Undervalued Dibanding Fundamentalnya
  • Berstatus Tersangka Korupsi, Wakil Wali Kota Bandung Tetap Nikmati Tunjangan dan Mobil Dinas
  • Dorong Kolaborasi, SMBC Indonesia Salurkan Kredit Rp191,8 Triliun di Triwulan I-2026
  • berita update
  • genosida di gaza
  • israel
  • jalur gaza
  • konten ai
  • microsoft
  • palestina
Artikel ini ditulis oleh
Editor Hari Ariyanti
H
Reporter Hari Ariyanti
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.