Kesal Dilarang Bertemu Pacarnya, Gadis Ini Tega Beri Racun Tikus ke Makan Malam Keluarga
Sejak kecil, ia sering mengalami perundungan di sekolah dan merasa diabaikan oleh keluarganya.
Seorang gadis remaja asal Brasil berusia 17 tahun kini harus menghadapi pihak kepolisian setelah diduga meracuni hidangan makan malam keluarganya.
Tindakan berbahaya tersebut dilakukan karena orang tuanya melarangnya untuk bertemu dengan kekasihnya.
Menurut laporan dari pihak Polisi Militer setempat, pelaku mengakui telah mencampurkan zat beracun bernama chumbinho ke dalam tiga porsi makanan yang dimasak oleh ibunya di Kota Nova Serrana, negara bagian Minas Gerais, pada 7 Januari lalu.
Target dari aksinya adalah ibunya yang berusia 35 tahun, ayahnya yang berusia 41 tahun, dan sepupunya yang berusia 36 tahun.
Penyelidikan mengungkap bahwa insiden ini berawal dari perselisihan antara pelaku dan orang tuanya.
Mayor Renato Geraldo da Silva, juru bicara Polisi Militer, menjelaskan bahwa penyebab utama dari tindakan tersebut adalah ketidaksetujuan orang tua terhadap hubungan asmara putrinya.
Mengacu pada laporan Mirror pada Senin, (19/1/2026), pertengkaran sempat terjadi pada dini hari karena sang anak pergi meninggalkan rumah tanpa izin.
"Keluarga tidak menyetujui hubungan asmaranya, dan dia kemudian mengambil tiga makanan yang disiapkan setiap malam oleh ibunya untuk dirinya sendiri, ayahnya, dan sepupunya, lalu menambahkan zat beracun yang dimaksudkan untuk membunuh tikus," jelas Mayor Renato.
Petugas yang melakukan penyelidikan menemukan butiran hitam kecil yang tercampur dalam makanan yang diduga adalah racun tikus.
Pelaku mengungkapkan bahwa wadah racun tersebut memang sudah ada di dalam rumah sebelum kejadian tersebut terjadi.
Tindakan nekat ini menunjukkan betapa seriusnya konflik dalam keluarga yang dapat berujung pada tindakan kriminal.
Kecurigaan Sepupu Selamatkan Keluarga
Tragedi yang mengancam jiwa berhasil dicegah berkat kewaspadaan sepupu korban. Ketika mulai menikmati hidangan, pria berusia 36 tahun itu merasakan adanya tekstur yang tidak biasa pada makanan yang dikonsumsinya, sehingga ia langsung berhenti mengunyah.
"Dia mengatakan sedang memakan makanan itu, menyadari tekstur yang berbeda, berbicara dengan pamannya, dan pamannya kemudian berbicara dengan istrinya, mengatakan ada sesuatu yang berubah dalam makanan itu," ungkap Mayor Renato menirukan pernyataan saksi.
Berkat peringatan tersebut, orang tua pelaku memutuskan untuk tidak menyentuh hidangan mereka.
Sepupu korban segera mencari bantuan medis dan menjalani prosedur pencucian lambung. Kondisinya dilaporkan stabil dan masih dalam pengawasan medis.
Tim forensik juga telah mengamankan barang bukti berupa tiga piring makanan serta sampel zat untuk uji laboratorium.
Gadis yang terlibat kini telah ditahan oleh Polisi Sipil dengan didampingi oleh perwakilan hukumnya.
Sebagai catatan, kasus serupa terjadi tahun lalu yang melibatkan Erin Patterson (51), yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena terbukti membunuh tiga anggotanya, termasuk mertuanya, dengan menyajikan hidangan beef Wellington yang mengandung jamur beracun pada tahun 2023.