Salah satu sandera Israel yang dibebaskan dan sebelumnya ditawan di Gaza Ziv Berman, memberi isyarat dari jendela helikopter militer CH-53 Sea Stallion Israel di Pusat Medis Sheba Tel-HaShomer di Ramat Gan, Senin (13/10/2025). (AFP/ Ahmad Gharabli)
Advertisement
Ziv Berman, salah satu sandera Israel yang dibebaskan setelah dua tahun ditawan di Gaza sejak serangan 7 Oktober 2023, melambaikan tangan dari jendela helikopter militer CH-53 Sea Stallion Israel setibanya di Pusat Medis Sheba Tel-HaShomer, Ramat Gan, pada Senin (13/10/2025).
Seluruh sandera Israel yang masih hidup di Gaza akhirnya dibebaskan dari tahanan Hamas dan dipulangkan ke Israel, menandai berakhirnya babak panjang penderitaan para keluarga korban. Sebanyak 13 sandera terakhir dikawal oleh militer Israel melintasi perbatasan, setelah sebelumnya tujuh orang telah lebih dulu dibebaskan.
Pembebasan para sandera ini merupakan bagian dari fase pertama perjanjian gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat. Sebagai timbal balik, Israel membebaskan 250 tahanan Palestina yang sebelumnya dijatuhi hukuman seumur hidup. Sementara itu, ratusan warga Gaza menantikan tahap selanjutnya dari kesepakatan tersebut, yang mencakup pembebasan 1.718 tahanan Palestina yang masih ditahan oleh Israel sejak pecahnya konflik pada Oktober 2023.
Kesepakatan ini diharapkan menjadi titik awal menuju perdamaian yang lebih langgeng di kawasan yang selama dua tahun terakhir dilanda perang dan penderitaan kemanusiaan tanpa henti.
Advertisement
Top of Form
Advertisement
Bottom of Form
Advertisement
Seorang pria bersenjata Hamas bertopeng berdiri di samping kendaraan Palang Merah yang tiba untuk penyerahan sandera Israel oleh Hamas, di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Senin (13/10/2025). AP/Abdel Kareem Hana
Kendaraan ICRC yang membawa sandera Israel yang dibebaskan melewati sekelompok warga Palestina dan kelompok bersenjata Hamas dalam perjalanan menuju perbatasan Israel, di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Senin (13/10/2025). AP/Jehad Alshrafi
Seorang militan Hamas memimpin mobil Palang Merah Internasional menuju lokasi penyerahan gelombang kedua sandera Israel yang dibebaskan di selatan Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah, Senin (13/10/2025). AFP/ Bashar Taleb
Sandera Israel yang dibebaskan militan Hamas Eitan Mor berbincang dengan anggota militer di Israel, Senin (13/10/2025). AFP / Selebaran / Tentara Israel
Sandera Israel yang dibebaskan militan Hamas Guy Gilboa-Dalal berbincang dengan anggota militer di Israel, Senin (13/10/2025). AFP / Selebaran / Tentara Israel
Sandera Israel yang dibebaskan militan Hamas Alon Ohel berbincang dengan anggota militer di Israel, Senin (13/10/2025). AFP / Selebaran / Tentara Israel
Sandera Israel yang dibebaskan militan Hamas Gali Berman di Israel, Senin (13/10/2025). AFP / Selebaran / Tentara Israel
Sandera Israel yang dibebaskan Eitan Mor memberi isyarat dari dalam van saat tiba di Rumah Sakit Beilinson di Petah Tikva, Israel, Senin (13/10/2025). AP/Ariel Schalit
Seorang sandera Israel yang dibebaskan tampak dari helikopter militer saat tiba di Rumah Sakit Beilinson di Petah Tikva, Israel, setelah dibebaskan dari tahanan Hamas di Jalur Gaza, Senin (13/10/2025). AP/Francisco Seco
Salah satu sandera Israel yang dibebaskan dan sebelumnya ditawan di Gaza Ziv Berman, memberi isyarat dari jendela helikopter militer CH-53 Sea Stallion Israel di Pusat Medis Sheba Tel-HaShomer di Ramat Gan, Senin (13/10/2025). AFP/ Ahmad Gharabli
Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.
Israel membebaskan sekitar 90 tahanan Palestina, termasuk beberapa di antaranya merupakan tahanan perempuan, sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata.
Ketiga sandera Israel itu dibebaskan dalam keadaan sehat. Mereka meninggalkan Gaza dengan pengawalan ketat Brigade Al Qassam untuk memastikan keselamatannya.