LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Diam-Diam Punya Kedekatan dan Kerap Berkomunikasi, Vladimir Putin Sambut Gembira Kemenangan Donald Trump

Putin memberikan ucapan selamat kepada Trump atas kemenangannya sebagai Presiden AS.

Jumat, 08 Nov 2024 11:54:00
pilpres as
Presiden Rusia Vladimir Putin menjawab pertanyaan selama pertemuan Klub Diskusi Valdai di Sochi pada 7 November 2024. (KRISTINA KORMILITSYNA / AFP) (© 2024 Liputan6.com)
Advertisement

Presiden Rusia, Vladimir Putin menyampaikan ucapan selamat kepada Donald Trump atas kemenangannya dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS). Ini merupakan komentar publik pertama yang diungkapkan pemimpin Rusia tersebut terkait hasil pemungutan suara Pilpres AS.

Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah forum internasional setelah Putin memberikan pidato di resor Laut Hitam Sochi pada Kamis (7/11). Dalam kesempatan itu, Putin menekankan pernyataan Trump mengenai keinginan untuk memperbaiki hubungan dengan Rusia dan berupaya mengakhiri krisis Ukraina "setidaknya patut mendapat perhatian."

Kremlin sebelumnya menyambut baik pernyataan Trump yang menyatakan kemampuannya untuk merundingkan akhir konflik di Ukraina "dalam 24 jam," namun mereka menekankan pentingnya menunggu langkah-langkah kebijakan yang nyata.

"Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mengucapkan selamat kepadanya atas terpilihnya ia sebagai presiden Amerika Serikat," ungkap Putin dalam sesi tanya jawab di konferensi tersebut, seperti yang dikutip dari Le Monde pada Jumat (8/11/2024).

Advertisement

Mengenai harapannya untuk masa jabatan kedua Trump, Putin menambahkan, "Saya tidak tahu apa yang akan terjadi sekarang. Saya tidak memiliki ide (...) Baginya, ini masih masa jabatan presiden terakhirnya. Apa yang akan dia lakukan adalah urusannya."

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan Moskow menganggap AS sebagai negara yang "tidak bersahabat" dan terlibat langsung dalam konflik Ukraina. Peskov juga menegaskan lambannya Putin untuk segera menghubungi Trump tidak akan merusak hubungan di masa depan, karena hubungan antara Moskow dan Washington sudah berada pada "titik terendah dalam sejarah."

Advertisement

Dia berpendapat, perubahan situasi tergantung pada kepemimpinan AS yang baru. Sikap hati-hati Kremlin mencerminkan pandangan mereka terhadap pemungutan suara Pemilu AS sebagai pilihan antara dua opsi yang kurang menarik. Meskipun Trump dikenal memiliki kekaguman terhadap Putin, pemimpin Rusia itu mencatat bahwa selama masa jabatan pertama Trump, terdapat "banyak pembatasan dan sanksi terhadap Rusia yang belum pernah diterapkan oleh presiden lain sebelumnya."

Siap Berunding

Presiden Rusia Vladimir Putin menjawab pertanyaan selama pertemuan Klub Diskusi Valdai di Sochi pada 7 November 2024. (KRISTINA KORMILITSYNA / AFP) © 2024 Liputan6.com

Putin dan Trump menunjukkan kesediaan untuk berdialog pada Kamis, setelah Trump terpilih sebagai pemenang pemilihan presiden. Ketika ditanya mengenai kemungkinan mengadakan pertemuan dengan Trump, Putin menyatakan, "Siap".

Sementara itu, Trump juga menyatakan kesiapannya untuk melakukan pembicaraan.

"Saya pikir kita akan berbicara," kata Trump dalam wawancaranya dengan NBC News saat membahas interaksinya dengan para pemimpin dunia setelah kemenangannya diumumkan.

Situasi ini mencerminkan perubahan signifikan dari hubungan dingin antara Joe Biden dan Vladimir Putin pasca invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, serta menyoroti kritik Trump terhadap dukungan AS kepada Kyiv.

Sebuah buku baru oleh jurnalis investigasi Bob Woodward menyebutkan bahwa Trump dan Putin mungkin telah berkomunikasi hingga tujuh kali selama masa kepresidenan Biden. Selain itu, dikatakan bahwa Trump secara diam-diam mengirimkan tes Covid-19 yang langka kepada Putin saat menjabat.

Advertisement

Di sisi lain, Rusia juga dituduh terlibat dalam pemilihan presiden 2016 untuk mendukung kampanye Trump melawan Hillary Clinton, meskipun Kremlin telah berulang kali membantah tuduhan tersebut.

Berita Terbaru
  • Duel Maut di Ogan Ilir Gara-Gara Utang Rp100.000, 1 Orang Tewas
  • Warga Buleleng Gelar Aksi Bersih Sungai Peringati Hari Lahir Pancasila, Kumpulkan Ratusan Kilogram Sampah
  • Fokus Utama Timnas Indonesia Jelang FIFA Match Day: Pertahanan Solid Ala John Herdman
  • Pemerintah Fokus Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Kemayoran, Siapkan Lokasi Pengungsian Efektif
  • Dirjen Pendis Kemenag Apresiasi Program Ekoteologi UIN STS Jambi untuk Lingkungan Berkelanjutan
  • amerika serikat
  • berita update
  • donald trump
  • konten ai
  • merdekaglobal
  • pilpres as
  • pilpres as 2024
  • rusia
  • vladimir putin
Artikel ini ditulis oleh
Editor Hari Ariyanti
T
Reporter Tanti Yulianingsih
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.