Bikin Lelucon Soal Netanyahu di Grup WA, Mahasiswi di Florida Ditangkap
Seorang mahasiswi di Florida ditangkap karena membuat lelucon tentang Netanyahu di grup chat WhatsApp.
Seorang mahasiswi di Universitas Internasional Florida, Amerika Serikat, ditahan polisi setelah ia menyebut nama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membuat ancaman tertulis terhadap sebuah acara yang dijadwalkan dalam grup chat media sosial WhatsApp.
Dilansir wsvn.com, Kamis (16/4), perempuan berusia 23 tahun, Gabriela Saldana, hadir di pengadilan penetapan jaminan pada Kamis sore setelah ditangkap pada Rabu.
Menurut laporan penangkapan, Saldana membuat ancaman tersebut di grup WhatsApp yang beranggotakan sekitar 215 mahasiswa. Para mahasiswa saat itu sedang membahas sebuah acara yang dijadwalkan pada hari Jumat di Ocean Bank Convocation Center kampus tersebut.
Pesan Tidak Lucu
7News memperoleh tangkapan layar ancaman tertulis itu. Saldana tampak ingin acara tersebut dijadwalkan ulang dan menulis: “(Benjamin) Netanyahu dari Israel, jika kamu bisa mendengarku, jatuhkan bom-bom kecil untuk kami mahasiswa Capstone di Ocean Bank Convocation Center.”
Di pengadilan, seorang petugas polisi FIU juga mengatakan bahwa ia menulis: “Akan ada bom di Ocean Bank Convocation Center dan itu akan menjadi kesalahan Jonathan,” yang merujuk pada mahasiswa lain dalam grup chat tersebut.
Setelah pesan itu muncul, para mahasiswa dalam grup tidak menganggapnya sebagai lelucon. Saldana kemudian menulis: “Saya membuat lelucon bodoh yang seharusnya tidak dibuat.”
Di hadapan Hakim Mindy S. Glazer, hakim menyatakan pesan seperti itu tidaklah lucu.
“Saya bisa memahami posisi Anda ketika mengatakan ini hanya lelucon, tetapi bagi orang yang objektif, ini bukan lelucon, dan itu sudah cukup untuk dasar dugaan yang wajar (probable cause). Saya tidak mengatakan ini cukup untuk pembuktian tanpa keraguan yang wajar di persidangan. Saya tidak tahu apakah negara dapat membuktikannya di pengadilan, tetapi untuk keperluan sidang ini, saya percaya ada cukup dasar dugaan.”
Jaminan Rp 85 juta
Ia menghadapi dakwaan ancaman untuk membunuh atau melakukan kekerasan dengan unsur kebencian. Namun, hakim menyatakan tidak menemukan dasar dugaan untuk unsur kebencian tersebut.
Jaminan Saldana ditetapkan sebesar 5.000 dolar AS atau setara Rp 85 juta.
Dalam sebuah pernyataan, FIU menyatakan:
Seorang mahasiswa FIU telah ditangkap karena membuat ancaman kekerasan yang kredibel dan segera terhadap sebuah acara kampus yang direncanakan. Berdasarkan penyelidikan, tersangka menyebutkan tanggal, waktu, dan lokasi secara spesifik. Mengingat penyelidikan yang masih berlangsung dan undang-undang privasi mahasiswa federal, FIU tidak memberikan komentar lebih lanjut. Tidak ada lagi ancaman terhadap komunitas kampus.