Persija Tumbang 1-2 dari Persib, Mauricio Souza Soroti Kepemimpinan Wasit
Pelatih Persija, Mauricio Souza, mengkritik keputusan wasit asal Uzbekistan, Firdavs Norsafarov, setelah timnya kalah dari Persib Bandung.
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap kepemimpinan wasit asal Uzbekistan, Firdavs Norsafarov, setelah timnya mengalami kekalahan dari Persib Bandung dalam pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu (10/5/2026) sore WIB, Persija harus menanggung kekalahan pahit dengan skor 1-2.
Souza menilai bahwa Norsafarov seharusnya memberikan kartu merah kepada gelandang Persib, Luciano Guaycochea, ketika melanggar pemain Persija, Rayhan Hannan. Insiden tersebut terjadi saat Guaycochea menginjak kaki Hannan dari belakang, yang menyebabkan pemain berusia 22 tahun itu mengalami cedera. Meskipun Hannan berusaha untuk tetap bermain, ia akhirnya harus ditarik keluar pada menit ke-67 karena kondisinya yang memburuk.
Marah
Souza semakin marah karena wasit VAR, Muhammad Tri Santoso, tetap diam dan menganggap insiden tersebut sebagai pelanggaran ringan. "Mengerikan. Mengerikan. Pelanggaran terhadap Hannan itu seharusnya kartu merah langsung. Bahkan tidak perlu VAR. Tetapi VAR juga tidak memanggil wasit untuk melihat kejadian itu. Saya tidak tahu sudah berapa kali kami dirugikan di kompetisi ini," ujar Souza. Keputusan wasit yang merugikan Persija juga terlihat ketika Allano Lima terjatuh tepat di depan kotak penalti Persib, namun Norsafarov tidak meniup peluit tanda tendangan bebas untuk tuan rumah.
“Kemudian Allano mengalami pelanggaran yang sangat jelas di depan kotak penalti. Dia ditarik dan didorong. Setelah itu dia juga diinjak, tetapi tidak ada tindakan apa pun,” tutur Souza. "Yang harus dilihat adalah sudah berapa kali Persija dirugikan di kompetisi ini. Dan hari ini sekali lagi kami dirugikan," ungkapnya. Rasa frustrasi Souza mencerminkan ketidakpuasan terhadap keputusan wasit yang dinilai tidak adil, dan hal ini menjadi perhatian serius bagi timnya dalam kompetisi yang sedang berlangsung.
Sindiran Souza
Souza juga mengungkapkan beberapa keputusan yang diambil oleh Norsafarov, termasuk memberikan kartu kuning kepada dua pemain Persija, Alaeddine Ajaraie dan Allano, pada babak pertama. "Di babak pertama ada dua kartu kuning untuk Persija dan tidak ada kartu kuning untuk Persib. Jika pelanggaran terhadap Hannan, yang bahkan membuat dia harus keluar karena cedera, bukan kartu merah, maka saya sudah tidak mengerti lagi apa itu sepak bola," ucap Souza.
Selain itu, Souza menyoroti kondisi lapangan Stadion Segiri yang dianggap buruk, sehingga menyulitkan Persija untuk menerapkan permainan dari kaki ke kaki, yang merupakan ciri khas tim ibu kota pada musim ini. "Sekarang semuanya harus dituntut pertanggungjawabannya. Kami datang bermain di lapangan terburuk di Indonesia. Kami terus menekan Persib sepanjang pertandingan. Tetapi kesalahan selalu dibebankan kepada kami," terang Souza.
Lebih lanjut, Souza menyatakan bahwa keputusan wasit seringkali merugikan timnya. "Kesalahan selalu dianggap berasal dari pemain dan pelatih. Berkali-kali kami dirugikan oleh keputusan wasit dan semuanya dianggap biasa saja. Tetapi kami tetap harus mengontrol emosi," tuturnya. Dengan pernyataan tersebut, Souza menekankan pentingnya keadilan dalam pertandingan dan bagaimana keputusan wasit dapat mempengaruhi hasil akhir.