3 Calon Kuat Pelatih PSIS Semarang: Dari Pendatang Baru hingga Mantan Pelatih
Manajemen PSIS Semarang telah mulai proses seleksi untuk mencari pelatih yang akan memimpin tim di musim 2025/2026. Beberapa calon pelatih telah disiapkan.
Manajemen PSIS Semarang telah memulai proses seleksi untuk calon pelatih yang akan memimpin tim pada musim 2025/2026. Beberapa nama juru taktik sudah disiapkan untuk mengasuh Mahesa Jenar. Direktur Utama PT Mahesa Jenar Semarang, Agung Buwono, mengungkapkan bahwa mereka akan segera menjalani tahap wawancara dengan para calon pelatih. Rencananya, proses ini akan dimulai dalam waktu dekat, tepatnya pekan ini.
"Pekan ini agendanya paparan dari calon pelatih. Menurut rencana, ada sekitar tiga calon. Nanti akan kami lihat yang serius yang mana," kata Agung Buwono.
Setiap pelatih yang terpilih akan diberi kesempatan untuk mempresentasikan program kerja mereka. Bagi manajemen, pemaparan ini sangat penting sebelum mereka memutuskan siapa yang akan menjadi pelatih kepala yang tepat untuk tim.
Buka Pintu Pelatih Lama
Agung menyatakan bahwa kemungkinan untuk merekrut pelatih yang sebelumnya pernah melatih PSIS Semarang masih terbuka. Namun, mereka juga mempertimbangkan kandidat yang benar-benar baru. "Yang komunikasi dengan kami, ada yang benar-benar baru. Ada juga baru rasa lama. Serta ada yang komunikasi juga dengan kami yang pernah menjadi pelatih di PSIS Semarang," ungkap Agung Buwono.
Jika melihat ke belakang, terdapat beberapa nama pelatih lokal yang pernah menangani Mahesa Jenar. Salah satunya adalah Muhammad Ridwan yang pernah menjabat sebagai caretaker pada musim 2024/2025. Selain itu, ada juga nama-nama seperti Imran Nahumarury (2021), Bambang Nurdiansyah yang melatih pada tahun 2008-2009, 2016-2017, dan 2019, Jafri Sastra (2018-2019), serta Subangkit (2017). Keberadaan nama-nama ini bukan tanpa alasan. Mengacu pada pernyataan Agung, regulasi kompetisi Liga 2 musim lalu juga mengharuskan setiap tim untuk menggunakan pelatih lokal.
Hilangnya Sejumlah Amunisi
PSIS Semarang akan tampil berbeda dalam kompetisi Liga 2 2025/2026. Hal ini disebabkan oleh degradasi yang mereka alami, yang mengakibatkan hilangnya banyak pemain kunci dari tim pada musim lalu. Baru-baru ini, sebanyak 16 pemain inti PSIS Semarang telah resmi meninggalkan klub. Sebagian besar dari mereka adalah pilar utama yang setia membela Mahesa Jenar dalam beberapa musim terakhir. Pemain-pemain yang dilepas termasuk sejumlah nama penting seperti Adi Satryo, Syahrul Trisna, Haykal Alhafiz, Riyan Ardiansyah, Wildan Ramdani, Septian David Maulana, dan Alfeandra Dewangga.
Tak hanya itu, lima pemain asing juga turut meninggalkan PSIS, di antaranya Joao Ferrari, Lucas Barreto, Boubakary Diarra, Sudi Abdallah, dan Gustavo Souza. Selain itu, beberapa pemain muda seperti Faqih Maulana, Tri Setiawan, dan Ridho Syuhada juga ikut berpisah dengan tim. Dengan kehilangan sejumlah pemain kunci ini, PSIS Semarang harus mempersiapkan diri untuk membangun kembali tim yang kompetitif di Liga 2. Tantangan ini tentu tidak mudah, namun diharapkan mereka dapat menemukan pengganti yang tepat untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh para pemain tersebut.