Bobon Santoso Kritik Hilirisasi Nikel di Raja Ampat, Siap Terbang & Bergabung dengan Warga Lokal
Tak hanya pegiat lingkungan yang bersuara lantang, sejumlah tokoh publik pun dengan keras menentang kebijakan pemerintah tersebut.
Hilirisasi nikel di Kepulauan Raja Ampat menuai kecaman dari publik. Tak hanya pegiat lingkungan yang bersuara lantang, sejumlah tokoh publik pun dengan keras menentang kebijakan pemerintah tersebut.
Salah satunya Chef Bobon Santoso. Dia bahkan meragukan kebijakan pemerintah yang kerap mengatasnamakan rakyat.
"Kita masih percaya kedaulatan adalah milik kita "Rakyat" ? Terima kasih mas Wapres @gibran_rakabuming memberikan atensi khususnya," tulis Bobon Santoso di Instagramnya, dikutip Kamis (5/6).
Desak Bahlil Cabut Izin Kelola Tambang
Masih dalam unggahan yang sama, Bobon Santoso juga meminta agar Menteri Energi, Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk segera mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan yang melakukan penambangan di Kepulauan Raja Ampat.
"Atas amanat rakyat kita meminta menteri @bahlillahadalia cabut IUP perusahaan tambang tersebut. #saverajaampat, kata Bobon. Desak Bahlil Cabut Izin Kelola Tambang
Siap Terbang ke Raja Ampat
Di kolom komentar, Bobon Santoso juga berjanji akan terus mengawal isu hilirisasi nikel di Raja Ampat. Bahkan jika tak kunjung ada atensi dari pemerintah, dia mengaku siap terbang ke Papua Barat dan bergabung dengan masyarakat setempat.
"Kita lihat saja, jika ini berlarut-larut. Kita terbang ke Raja Ampat memberi dukungan penuh dalam bentuk apapun, bergabung dengan masyarakat setempat, komunitas di sana," kata Bobon Santoso.
Banjir Dukungan Selebriti
Unggahan Bobon Santoso itu pun langsung banjir dukungan. Tak kurang dari 107 ribu likes dan ribuan komentar dukungan.
Sejumlah tokoh publik hingga artis juga turut memberikan dukungan di kolom komentar.
"Bobon the powerful," kata Komika Coki Pardede.
"Mantab mas bobon! lanjutkan🔥👏," kata Dara Sarasvati.
"MAKASIH BANG BOBON SANTOSO SUDAH MEWAKILI RAKYAT #SAVERAJAAMPAT SURGA TERAHIR KAMI," kata seorang netizen.
"IUP-IPU tersebut terbit sebelum kita di ESDM Mas Wapres. Kalau melihat kalimat ini, kemungkinan besar IUP tersebut terbit di era Jokowi...usut tuntas!," kata netizen lainnya.