Afgan Bertemu Ahmad Dhani di The Icon Indonesia, Dorong Peserta Tampil Maksimal
Afgan kini menjabat sebagai juri dalam acara The Icon Indonesia. Kehadirannya memberikan semangat baru dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta.
Penyanyi Afgan Syahreza terpilih sebagai salah satu juri dalam program "The Icon Indonesia" yang ditayangkan di SCTV. Kehadirannya memberikan semangat baru dan menjadi daya tarik bagi para calon bintang yang ingin membangun karier di dunia musik.
Kembalinya Afgan ke kursi juri ini membawa kembali kenangan indah, terutama saat ia mengenang momen bersama musisi senior, Ahmad Dhani, yang pernah bersamanya di meja penjurian di masa lalu. Dalam acara konferensi pers yang berlangsung di SCTV Tower, Jakarta, pada Senin (6/4/2026), Afgan bertanya kepada Dhani, "Saya terakhir jadi juri 10 tahun yang lalu lho. Ingat tidak Mas Dhani?"
Menanggapi pertanyaan tersebut, Dhani yang berada di sampingnya memberikan jawaban yang spontan dan mengundang tawa. Pentolan Dewa 19 itu mengakui bahwa ia sering lupa tentang rekan-rekannya yang pria dari masa lalu.
"Iya ya, tapi aku kalau cowok suka lupa," ujar Dhani dengan gaya santainya yang khas. Meskipun ada jeda waktu yang cukup lama, Afgan sangat antusias dapat kembali bekerja sama dalam proyek yang sama dengan Dhani.
Menurutnya, pertemuan di ajang pencarian bakat besar ini adalah momen yang sangat dinanti setelah mereka masing-masing berkarya selama ini.
"Iya ya, akhirnya kita dipertemukan lagi di The Icon," tambah Afgan.
Keluar dari zona nyaman
Afgan, yang merupakan juri berpengalaman di industri musik, tentu memiliki kriteria yang sangat tinggi untuk menentukan siapa saja yang layak melanjutkan ke tahap berikutnya. Ia memberikan nasihat yang sangat berarti kepada para peserta, menekankan pentingnya untuk tidak hanya tampil dengan cara yang biasa-biasa saja saat berada di atas panggung yang megah. "Harus berani keluar dari zona nyaman," tegas pelantun lagu "Sadis" tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa untuk sukses di dunia musik, keberanian untuk berinovasi dan tampil berbeda sangatlah diperlukan.
Dalam setiap kesempatan, Afgan selalu berusaha untuk mendorong peserta agar berani mengekspresikan diri mereka dengan cara yang unik dan menarik. Ia percaya bahwa penampilan yang luar biasa dapat menarik perhatian penonton dan juri lainnya. Dengan memberikan dorongan semangat seperti ini, Afgan berharap para peserta dapat mengembangkan bakat mereka secara maksimal dan tidak takut untuk menunjukkan kepribadian mereka di atas panggung.
"Harus berani keluar dari zona nyaman," tegas pelantun lagu "Sadis" tersebut, yang menjadi pengingat bagi semua orang bahwa keberanian adalah kunci untuk mencapai impian dalam karier musik.
Dunia musik
Afgan menekankan bahwa keberanian untuk bereksperimen sangat penting dalam dunia musik. Selain itu, ia juga menyoroti betapa vitalnya memiliki identitas yang kuat sebagai seorang penyanyi. Menurutnya, meskipun teknik vokal sudah sangat baik, hasilnya akan terasa kurang berarti jika tidak didukung oleh karakter unik yang muncul dari dalam diri penyanyi itu sendiri.
"Harus dimasukkan flavor dirinya sendiri ke dalam penampilan," tuturnya.
Dengan kata lain, keaslian dan keunikan pribadi menjadi kunci untuk membuat penampilan semakin menarik dan berkesan di mata penonton.
Dalam pandangan Afgan, seorang penyanyi tidak hanya dituntut untuk menguasai teknik vokal yang baik, tetapi juga harus mampu mengekspresikan diri dengan cara yang autentik. Ia percaya bahwa setiap penyanyi memiliki cerita dan pengalaman hidup yang berbeda, yang seharusnya tercermin dalam penampilan mereka.
"Harus dimasukkan flavor dirinya sendiri ke dalam penampilan," tuturnya. Dengan demikian, penonton dapat merasakan kedalaman emosi dan keaslian dari setiap lagu yang dinyanyikan. Hal ini menunjukkan bahwa musik bukan hanya tentang suara, tetapi juga tentang bagaimana menyampaikan pesan yang mendalam melalui penampilan yang unik.
Kriteria untuk menentukan pemenang harus terdiri dari minimal tiga kata
Mengenai kriteria untuk memilih pemenang, Afgan menegaskan bahwa ia akan memberikan penilaian yang serius kepada setiap peserta yang tampil. Ia menyadari bahwa nama "The Icon" membawa harapan besar bagi masyarakat Indonesia untuk menemukan bintang baru yang berkualitas. "Judulnya kan The Icon, jadi harus full package. Tidak cuma nyanyi, koreo keren, jadi the whole thing," pungkas Afgan.
Sebanyak 24 peserta akan bersaing dalam ajang "The Icon Indonesia". Program ini akan memulai perjalanannya mulai pekan depan dan tayang secara langsung setiap hari Senin dan Selasa pada pukul 21.00 WIB di SCTV. Dengan format yang menarik dan penuh tantangan, diharapkan ajang ini dapat menemukan talenta-talenta baru yang mampu menghibur dan menginspirasi masyarakat Indonesia.