LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. ARTIS

10 Foto Rumah Didik Nini Thowok di Jogja, Interiornya Mirip Museum

Rumah Didik Nini Thowok di Yogyakarta bukan hanya sekadar tempat tinggal, tetapi juga merupakan sebuah rumah koleksi yang menampilkan seni serta budaya.

Jumat, 16 Jan 2026 14:41:00
yogyakarta
Potret Rumah Didik Nini Thowok di Jogja/ Youtube deHakims Story (© 2026 Liputan6.com)
Advertisement

Didik Nini Thowok merupakan salah satu seniman tari legendaris yang sangat dihormati di Indonesia. Ia memiliki pengaruh yang signifikan, sehingga membuat tradisi koreografi tradisional dapat dikenal luas hingga ke mancanegara.

Daya tarik yang unik tidak hanya terletak pada sosoknya yang mencolok, tetapi juga pada rumahnya yang terletak di Yogyakarta. Dalam video yang diunggah oleh Irfan Hakim di kanal YouTube deHakims Story, terlihat bahwa desain hunian maestro tari ini menyerupai sebuah museum. Berbagai koleksi dapat ditemukan di setiap ruangan, mulai dari topeng, properti pertunjukan, hingga arsip kegiatan dan penghargaan yang telah diraihnya.

Salah satu koleksi yang menarik perhatian adalah bulu mata yang telah ia kumpulkan selama puluhan tahun. Koleksi tersebut mencerminkan perjalanan panjang Didik Nini Thowok dalam dunia seni tari. Desain tempat tinggalnya yang unik dan kaya akan sejarah memberikan gambaran jelas tentang dedikasinya terhadap seni. Bagaimana sebenarnya desain rumah Didik Nini Thowok? Untuk mengetahui lebih lanjut, simak potret-potret yang dihadirkan oleh Liputan6 pada Kamis, 15 Januari.

Di bagian depan rumah terdapat gambar wajah Didik Nini Thowok

Potret Rumah Didik Nini Thowok di Jogja/ Youtube deHakims Story © 2026 Liputan6.com

Fasad rumah Didik Nini Thowok di Yogyakarta mencerminkan kepribadian pemiliknya. Di bagian depan bangunan, terpampang gambar wajah Didik Nini Thowok yang mengenakan sanggul dengan hiasan kembang kuning, serta kacamata berwarna merah muda dan biru. Visual ini berfungsi sebagai simbol yang kuat bagi sanggar tari miliknya, LKP Natya Lakshita, yang terletak di area yang sama. Penempatan gambar tersebut, bersamaan dengan tulisan LKP Natya Lakshita, menegaskan bahwa bangunan ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal pribadi, tetapi juga sebagai pusat kegiatan seni dan pendidikan tari yang ia kelola.

Advertisement

Keberadaan gambar wajah Didik Nini Thowok di depan rumah ini berperan sebagai representasi visual dari sang maestro. Setiap pengunjung yang datang disambut oleh tampilan mencolok ini, yang memberikan kesan pertama tentang sosoknya. Dengan demikian, rumah ini tidak hanya sekadar bangunan, tetapi juga sebuah ruang yang mengedukasi dan menginspirasi banyak orang dalam dunia seni tari.

Ruang tamu terintegrasi dengan sanggar tari

Potret Rumah Didik Nini Thowok di Jogja/ Youtube deHakims Story © 2026 Liputan6.com

Ruang tamu milik Didik Nini Thowok dirancang agar terintegrasi dengan Sanggar Tari Natya Lakshita. Ruang ini memiliki suasana yang luas dan terbuka, yang mendukung berbagai aktivitas seni. Sanggar ini didirikan pada tahun 1980 dan saat ini berada di samping rumah Didik Nini Thowok di Perumahan Jatimulyo, Kricak, Kota Yogyakarta.

Advertisement

Di dalam ruangan ini, terdapat berbagai ornamen pertunjukan yang terpasang, serta dinding yang dipenuhi dengan foto, kliping, dan penghargaan, yang mencerminkan perjalanan karier Didik Nini Thowok.

Sanggar Tari Natya Lakshita telah berhasil menarik perhatian banyak remaja dan pecinta seni tari sejak awal berdirinya. Banyak di antara mereka yang datang untuk belajar dan berdiskusi mengenai kesenian tari di tempat ini.

Dengan suasana yang inspiratif dan fasilitas yang memadai, sanggar ini menjadi tempat yang ideal bagi siapa saja yang ingin mendalami seni tari. Seiring berjalannya waktu, Sanggar Tari Natya Lakshita terus berkomitmen untuk mengembangkan bakat-bakat baru dalam dunia seni pertunjukan.

Salah satu ruangan dipenuhi dengan foto-foto dokumentasi

Salah satu ruangan di kediaman Didik Nini Thowok dipenuhi dengan koleksi foto yang mendokumentasikan perjalanan kariernya di dunia seni. Dinding-dinding ruangan tersebut dihiasi dengan bingkai kayu yang menampilkan gambar dan foto, merekam berbagai momen penting selama ia berkiprah di dunia seni.

Koleksi foto ini mencakup berbagai pertunjukan yang telah ia lakukan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Keberadaan koleksi ini memberikan gambaran yang jelas tentang semangat dan kontribusinya terhadap seni pertunjukan di Indonesia.

Foto-foto tersebut menunjukkan evolusi gaya tari Didik Nini Thowok, kolaborasinya dengan berbagai seniman, serta momen-momen penting dalam kariernya yang telah berlangsung sejak tahun 1980-an hingga kini.

Terdapat ruangan khusus untuk menyimpan plakat dan piagam penghargaan

Potret Rumah Didik Nini Thowok di Jogja/ Youtube deHakims Story © 2026 Liputan6.com

Didik Nini Thowok memiliki sebuah ruang khusus yang digunakan untuk menyimpan plakat dan piagam penghargaan yang telah ia peroleh selama berkarier.

Dinding ruangan tersebut dipenuhi dengan foto-foto piagam yang dibingkai, yang menjadi bukti penghargaan dari masyarakat atas usaha dan dedikasinya. Penghargaan-penghargaan ini berasal dari berbagai lembaga dan acara, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu contohnya adalah penghargaan yang diterimanya dari Akademi Jakarta pada tahun 2022, yang diberikan atas komitmennya dalam memperjuangkan perdamaian serta diskursus identitas melalui seni.

Ratusan sandal digunakan sebagai hiasan dinding

Potret Rumah Didik Nini Thowok di Jogja/ Youtube deHakims Story © 2026 Liputan6.com

Didik Nini Thowok memiliki koleksi yang sangat menarik, yaitu ratusan sandal karet yang menghiasi dinding rumahnya. Sandal-sandal tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alas kaki, tetapi juga dipajang sebagai elemen dekoratif yang mencerminkan kreativitas dalam menghargai barang-barang sehari-hari.

Sejak masa pandemi Covid-19, Didik Nini Thowok mulai mengumpulkan sandal-sandal ini dan menatanya dengan cara yang artistik, sehingga menjadi bagian integral dari dekorasi rumahnya. Koleksi ini berhasil menarik perhatian banyak orang, bukan hanya karena jumlahnya yang melimpah, tetapi juga karena cara penataannya yang unik dan menarik.

Buku terbaru yang ditulis oleh Didik Nini Thowok

Potret Rumah Didik Nini Thowok di Jogja/ Youtube deHakims Story © 2026 Liputan6.com

Didik Nini Thowok akan merilis buku terbarunya yang berjudul "Tubuh Kreatif Sang Maestro" pada tahun 2025. Karya ini merupakan kumpulan tulisan dari rekan-rekannya, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri, yang menceritakan pandangan mereka mengenai perjalanan seni sang maestro.

Buku ini secara keseluruhan menyajikan berbagai perspektif mengenai Didik Nini Thowok, baik sebagai seniman, koreografer, maupun budayawan. Kontribusi penulis yang beragam, termasuk dari luar negeri, mencerminkan luasnya pengaruh Didik Nini Thowok dalam dunia seni internasional.

Koleksi langka tersedia di perpustakaan

Potret Rumah Didik Nini Thowok di Jogja/ Youtube deHakims Story © 2026 Liputan6.com

Di Rumah Didik Nini Thowok, terdapat sebuah perpustakaan yang menyimpan beragam koleksi buku. Koleksi tersebut mencakup berbagai jenis literatur, termasuk buku-buku yang berkaitan dengan seni tari, budaya, dan sejarah.

Keberadaan perpustakaan ini mencerminkan ketertarikan Didik Nini Thowok terhadap pengetahuan dan dokumentasi, yang merupakan bagian penting dari perjalanan seninya. Salah satu koleksi yang menarik perhatian adalah skrip film lawas di mana ia berperan bersama Rano Karno. Selain itu, terdapat juga koleksi Serat Centhini yang menggambarkan kisah serta kehidupan masyarakat Jawa pada masa lampau.

Koleksi wayang dan topeng dari berbagai negara

Potret Rumah Didik Nini Thowok di Jogja/ Youtube deHakims Story © 2026 Liputan6.com

Didik Nini Thowok memiliki ratusan topeng dalam koleksinya. Topeng-topeng ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia serta dari negara-negara lain.

Dalam koleksinya, terdapat berbagai jenis topeng, mulai dari yang tradisional hingga yang modern, termasuk beberapa topeng dari India. Setiap bulan, koleksi ini disusun berdasarkan tema dan penataannya dapat berubah. Koleksi topeng ini menjadi salah satu andalan Didik Nini Thowok sebagai maestro tari dan seni topeng.

Tersedia berbagai koleksi busana, mulai dari bordir hingga kimono asli Jepang

Didik Nini Thowok tidak hanya mengoleksi topeng, tetapi juga berbagai busana dan kostum tari yang digunakannya dalam pertunjukan. Koleksi tersebut menggambarkan beragam gaya dan pengaruh budaya yang ia terima sepanjang kariernya. Selain berfungsi sebagai properti panggung, beberapa busana dalam koleksinya juga berperan sebagai artefak yang merekam perjalanan artistiknya.

Salah satu contohnya adalah busana kimono yang dianggap "sakral" karena merupakan pemberian dari orang Jepang. Ia sangat menjaga kondisi kimono tersebut agar tetap terawat dengan baik.

Asal-usul nama Didik Nini Thowok dapat ditelusuri dari latar belakang budaya dan tradisi yang menginspirasi pemilihannya

Potret Rumah Didik Nini Thowok di Jogja/ Youtube deHakims Story © 2026 Liputan6.com

Pada kesempatan itu, Irfan menanyakan tentang nama asli Didik Nini Thowok. Diketahui bahwa nama panggung "Didik Nini Thowok" memiliki latar belakang yang berkaitan erat dengan karya tari yang diciptakannya dan menjadi terkenal.

Nama asli beliau adalah Didik Hadiprayitno, yang sebelumnya dikenal dengan nama Kwee Tjoen An. Istilah "Nini Thowok" diambil dari sebuah tarian dwimuka yang beliau ciptakan saat menempuh pendidikan di Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Yogyakarta. Tarian dwimuka ini telah menjadi karya ikonik yang sangat sukses, sehingga nama "Nini Thowok" menjadi identitas yang melekat pada dirinya dan dikenal luas sebagai nama panggung. Tarian tersebut menampilkan dua karakter wajah sekaligus melalui penggunaan topeng yang dipasang di depan dan belakang, sebuah konsep yang unik dan menjadi ciri khas dari Didik Nini Thowok.

Nama asli Didik Nini Thowok

Nama asli Didik Nini Thowok adalah Didik Hadiprayitno. Sebelumnya, ia dikenal dengan nama Kwee Tjoen An.

Didik Nini Thowok mendirikan Sanggar Tari Natya Lakshita pada tahun 1980-an. Sanggar tari ini menjadi wadah bagi pengembangan seni tari di Indonesia.

Didik Nini Thowok memiliki koleksi lebih dari ratusan topeng yang berasal dari berbagai daerah dan negara. Koleksi ini menunjukkan kecintaannya terhadap seni dan budaya.

Buku terbaru yang ditulis oleh Didik Nini Thowok berjudul 'Tubuh Kreatif Sang Maestro'. Rencananya, buku ini akan diluncurkan pada tahun 2025.

Advertisement

Didik Nini Thowok lebih memilih menyebut rumahnya sebagai 'rumah koleksi' daripada museum. Menurutnya, istilah museum memberikan kesan yang tua, sedangkan 'rumah koleksi' terasa lebih hangat dan akrab.

Berita Terbaru
  • Angin Segar May Day, Driver Ojol Tunggu Realisasi Potongan Aplikator 8 Persen
  • Perkuat Ketahanan Pangan, APPMBGI Siapkan Cold Storage Strategis dan Command Center MBG
  • Pakar Dorong Peran Indonesia di Asia-Eropa sebagai Penggerak Agenda Global
  • Polda Metro Jaya Gagalkan Kerusuhan May Day, Amankan Ratusan Orang dan Barang Bukti Perusuh
  • Misi Besar Sekolah Rakyat: Selamatkan Generasi Jalanan Ibu Kota dari Kesenjangan Pendidikan
  • berita update
  • irfan hakim
  • yogyakarta
Artikel ini ditulis oleh
Editor Endang Saputra
N
Reporter Nurul Diva, Alieza Nurulita
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.