Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan bahwa kekurangan LPG yang terjadi di beberapa daerah hanya bersifat sementara dan dapat segera diatasi.
"Kita cermati, kita amati, kalau memang ada ini (kekurangan pasokan LPG) sifatnya sementara," ungkapnya dalam Konferensi Pers, di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (8/12).
Menurutnya, hal ini disebabkan adanya fenomena cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini, sehingga proses distribusi LPG ke daerah-daerah. "Misalnya di Gorontalo, karena ada cuaca yang agak ekstrem beberapa hari belakangan. Sehingga ada kendala dalam distribusi, sehingga ada kekurangan pasokan. Alhamdulillah bisa kita atasi," imbuhnya.
Dia meyakini pemerintah dan PT Pertamina akan terus menjamin kebutuhan masyarakat terhadap elpiji 3 Kg. "Kebutuhan akan kita penuh berapa pun masyarakat butuh LPG," jelas dia.
Beberapa minggu terakhir masyarakat mengeluhkan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg) bersubsidi. Di beberapa daerah bahkan gas dengan tabung berwarna hijau melon tersebut dijual dengan harga selangit.
Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero), Muchamad Iskandar, mengatakan kelangkaan gas tersebut merupakan siklus tahunan yang biasa terjadi di akhir tahun. Dia menegaskan pasokan gas ke pelanggan cukup dan tidak ada penurunan produksi.