Usai Nikel, Jokowi Ingin Setop Ekspor Bauksit Mentah Tahun Depan

Pemerintah RI disebutnya akan membuat kebijakan penghentian ekspor bauksit dan raw material lain. Satu persatu, ekspor bahan mentah akan disetop saat pabrik pengolahan (smelter) sudah siap.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Usai Nikel, Jokowi Ingin Setop Ekspor Bauksit Mentah Tahun Depan
Presiden Jokowi. ©Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas

Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus menggencarkan proses industrialisasi di tingkat hilir pada seluruh bahan mentah (raw material) yang jadi kekayaan alam Indonesia. Usai nikel, Jokowi juga ingin menyetop ekspor bauksit mentah ke pasar global.

"Nikel pertama, sudah setop. Tahun depan mungkin bisa setop bauksit. Kalau smelter kita siap, setop bauksit," seru Jokowi dalam acara Kompas CEO Forum, Kamis (18/11).

Pemerintah RI disebutnya akan membuat kebijakan penghentian ekspor bauksit dan raw material lain. Satu persatu, ekspor bahan mentah akan disetop saat pabrik pengolahan (smelter) sudah siap.

"Bauksit sudah, tahun depannya lagi setop tembaga. Karena smelter kita di Gresik ini sudah hampir selesai," ujar Jokowi.

Menurut dia, penyetopan ekspor bahan mentah penting dilakukan agar masyarakat Indonesia bisa menikmati nilai tambah lebih dari kekayaan yang dimiliki Nusantara. Terutama dalam menciptakan lapangan kerja tambahan bagi rakyat Indonesia.

"Kenapa kita lakukan ini? Kita ingin nilai tambah, kita ingin added value, kita ingin ciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya," kata Jokowi.

Kebijakan tersebut dikatakannya mulai disadari oleh negara-negara lain. Sehingga mereka terpaksa harus menyodorkan investasi atau berpartner dengan Pemerintah RI maupun pihak swastai di Tanah Air.

"Pilihannya hanya itu. Silakan mau investasi sendiri bisa, mau dengan swasta silakan, mau dengan BUMN silakan. Kita terbuka. Tapi jangan kamu tarik-tarik kita ke WTO gara-gara kita setop kirim raw material. Ndak, ndak, ndak. Dengan cara apapun akan kita lawan," tegasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi