Upaya Rehabilitasi Cegah Pembangunan Ibu Kota Baru Ganggu Ruang Hutan
Merdeka.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sedang menyiapkan upaya rehabilitasi skala besar di wilayah sekitar kawasan Ibu Kota Negara Nusantara Kalimantan Timur, dengan menyiapkan 15 juta bibit.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar mengatakan, hal ini sejalan dengan permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengurangi dampak pembangunan yang menyita ruang hutan. Artinya, sesuai dengan misi pembangunan IKN yang berbasis lingkungan.
"Jadi akan sesedikit mungkin melakukan penebangan hutan dan sebetulnya diupayakan untuk tidak (melakukan penebangan), dan dalam plan 65 persen Bappenas Pak Presiden minta untuk dinaikkan jadi 80-90 persen," katanya dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI, Kamis (17/2).
Dia menjelaskan, Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di ibu kota baru akan dilakukan pada 2023-2024. Ini mencakup pelaksanaan RHL Reguler, RHL IKN, Pembuatan Dam Penahan, Pembuatan Gully Plug, dan Pembuatan sumur resapan.
Dalam Pelaksanaan RHL Reguler,rencananya pada 2023 dan 2024 akan mencakup masing-masing 1.500 hektar lahan. Lalu pada ppercepatan RHL IKN, pada 2023 dan 2024 masing-masing akan mencakup 15.000 hektar lahan.
Sementara pembuatan Dam Penahan pada 2023 dan 2024 masing-masing akan dibuat 100 unit dan 200 unit. Pembuatan Gully Plug pada 2023 sebanyak 300 unit dan 2024 sebanyak 600 unit. Serta pembuatan sumur resapan pada 2023 akan dibangun 500 unit dan pada 2024 akan dibangun 1.000 unit.
"Sekarang juga sedang menyiapkan baru menyiapkan lokasi dan penyiapan kawasan untuk persemaian skala besar untuk persemaian 15 juta bibit. Pimpinan jadi ini akan dicepatkan," terangnya.
Sementara untuk pembangunan persemaian skala besar IKN akan mencakup lahan seluas 120 hektar. Berada di lokasi kawasan hutan produksi, Desa Mentawir, kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Kapasitas produksi sebanyak 15 juta bibit pohon per tahun. KLHK telah melakukan sejumlah persiapan dan rencana kedepannya.
Misalnya, pada 2021 tercatat sudah melakukan pembangunan tahap I berupa penyiapan lahan, pagar dan gerbang. Kemudian dilanjutkan pada 2022 persiapan pembangunan II berupa rumah produksi, dukungan pengairan, jalan lingkungan, listrik dan penyiapan awal bibit.
Lalu, pada 2023 akan dilakukan pembangunan tahap II seperti sarana pendukung dan penyiapan bibit. Serta pada 2023 dan seterusnya akan memproduksi bibit.
Reporter: Arief Rahman H.
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya