Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menyampaikan, tren lonjakan inflasi dalam beberapa bulan terakhir berpotensi menghambat proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2022. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di sepanjang tahun ini mencapai 5,2 persen secara year on year (yoy).
"Ada (hambatan target pertumbuhan ekonomi) kalau inflasi terus tinggi," kata Margo di Hotel The Westin, Jakarta Selatan, Senin (10/10).
Margo menerangkan, dampak dari lonjakan inflasi yang tidak disertai kenaikan pendapatan akan menekan daya beli masyarakat. Sehingga, akan menurunkan tingkat konsumsi terhadap barang maupun jasa yang selama ini menjadi penopang petumbuhan ekonomi nasional.
"Kalau permintaan barang dan jasa berkurang karena harga-harga naik (inflasi), mengganggu pertumbuhan ekonomi kita. Jadi, yang dikhawatirkan begitu," tekannya.
Dia mencontohkan, kondisi ini tengah dialami banyak negara di berbagai belahan dunia. Di mana akibat lonjakan inflasi yang tinggi membuat laju perekonomian terseok-seok hingga mencatatkan pertumbuhan negatif.
Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III-2022 tahun tetap tumbuh tinggi. Hal ini diakibatkan oleh laju inflasi yang masih digolongkan aman akibat sejumlah bahan pangan mulai mencatatkan penurunan harga.
"Kita lihat dari aktivitas masyarakat bagus, aktivitasnya di bandara bagus. Itu mencerminkan aktivitas perekonomian menggeliat meskipun ada inflasi," imbuhnya mengakhiri.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimis pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2022 akan tumbuh di angka 5,2 persen. Prediksi tersebut dinilai realistis karena telah mempertimbangkan berbagai dinamika pemulihan dan reformasi struktural untuk mendorong kinerja perekonomian yang lebih akseleratif.
Meski begitu, pemerintah akan tetap mengantisipasi risiko ketidakpastian yang masih membayangi kinerja perekonomian nasional ke depan.
"Proyeksi pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 diperkirakan sebesar 5,2 persen. Perkiraan tersebut cukup realistis dengan mempertimbangkan dinamika pemulihan dan reformasi struktural," kata Sri Mulyani dalam Sidang Paripurna DPR RI, Jakarta , Kamis (30/9).
Ditinjau dari sumber pertumbuhannya, kinerja ekonomi tahun tahun akan ditopang oleh pulihnya konsumsi masyarakat, investasi, dan perdagangan internasional. Tingkat kepercayaan masyarakat yang meningkat akan mendorong kinerja konsumsi dan membaiknya sisi produksi yang menggerakkan perekonomian.