Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan lampu hijau untuk pembangunan bandar udara di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Keberadaan bandara diproyeksikan untuk meningkatkan wisatawan berkunjung ke kota 1001 megalit itu.
Hal itu terungkap dalam dialog nasional di Gedung Kesenian Kabupaten Lahat yang dihadiri Menhub dua hari lalu. Bupati Lahat Cik Ujang mengungkapkan, daerahnya sangat pantas dijual ke wisatawan lokal maupun mancanegara karena memiliki banyak destinasi wisata yang tak kalah bagusnya dengan daerah lain. Mulai dari puluhan air terjun, perbukitan, hingga 1001 megalit yang tersebar di kabupaten itu.
Hanya saja, selama ini terkendala transportasi. Sebab, akses menuju Lahat hanya menggunakan jalur darat dari Palembang dengan jarak tempuh lima jam.
"Banyak potensi wisata di sini, tapi terkendala akses yang jauh, itu menyulitkan pengunjung datang ke tempat kami. Kepada Bapak Menhub kami mohon bangunkan bandara di sini," ungkap Cik Ujang dalam keterangan pers yang diterima merdeka.com, Senin (8/4).
Dengan adanya bandara, kata dia, wisatawan akan lebih mudah berkunjung. Dengan demikian, angka wisatawan semakin bertambah yang berdampak pada perekonomian masyarakat. "Tentu kalau banyak yang datang masyarakat yang menikmatinya, yang berhubungan dengan destinasi," ujarnya.
Pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 135 hektar jika pemerintah pusat menganggarkan pembangunan bandara. "Lahan itu sudah siap digunakan, tinggal dananya saja," kata dia.
Permintaan Cik Ujang tersebut langsung direspons Menhub Budi Karya Sumadi. Menhub meminta pemimpin daerah segera menyampaikan berkas usulan pembangunan secepatnya.
"Lahannya ada? Lokasinya dimana? Beneran mau bandara? Nanti berkasnya berikan kepada saya, biar langsung dikerjakan, tahun ini rencanakan dibangun bandara untuk Lahat," jawab Menhub.
Menurut dia, pemerintah tengah fokus melakukan program pemerataan di seluruh nusantara. Pembangunan sudah mulai terealisasi dari Aceh hingga Papua. "NKRI ini bukan milik Jawa, tapi seluruh nusantara. Dulu kita ngomong cuma jalan Jawa saja dibangun, jalur kereta, jembatan. Sekarang ini di Papua juga ada, di Papua saja buat jalan, apalagi Lahat," tegasnya.
"Pembangunan ini harus merata. Satu komitmen bagi kita untuk melaksanakan kegiatan pembangunan infrastruktur ini," tutupnya.