Bank Dunia memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,3 persen tahun depan. Namun Proyeksi tersebut sudah menghitung risiko penaikan suku bunga Amerika, perlambatan ekonomi China, pelemahan rupiah, dan El Nino.
Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chaves mengatakan Dampak El Nino berpotensi melambungkan harga beras hingga 10 persen, tahun ini. Inflasi barang dan jasa bisa mencapai 0,3 persen hingga 0,6 persen.
"Rumah tangga miskin menggunakan sebagian besar pendapatannya untuk makanan dan akan merasa dampak yang lebih besar dari naiknya harga-harga barang ini," jelasnya saat acara 'Indonesia Economic Quarterly' di Jakarta, Kamis (22/10).
Ekonom Utama Bank Dunia Ndiame Diop menambahkan ekonomi bakal terbantu upaya pemerintah melakukan debirokrasi dan deregulasi untuk mendorong investasi.
"Perhatian juga dapat diberikan ke sektor manufaktur dan pariwisata, yang selama ini kurang banyak digali, hal ini dapat meningkatkan pendapatan dan mencegah defisit transaksi berjalan kembali meningkat begitu pertumbuhan menguat."