Strategi bisnis ini harus dipakai Jokowi kembangkan infrastruktur RI

Keberadaan Indonesia dari waktu ke waktu terlihat oleh negara-negara yang tergabung dalam G-7 semakin penting.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Strategi bisnis ini harus dipakai Jokowi kembangkan infrastruktur RI
ilustrasi pembangunan. Ilustrasi shutterstock.com

Pidato Presiden Joko Widodo dalam rangka Konferensi Tingkat Tinggi G-7 Ise-Shima, Jepang, memaparkan tatanan dunia saat ini sudah berubah dengan munculnya negara-negara berkembang seperti Indonesia. Keberadaan Indonesia dari waktu ke waktu terlihat oleh negara-negara yang tergabung dalam G-7 semakin penting.

Kali ini Indonesia pun berkomitmen sebagai motor penggerak untuk stabilitas dan kesejahteraan ekonomi kawasan Asia. Untuk merealisasikan pencapaian itu dibutuhkan strategi nilai bersama yang sesungguhnya membutuhkan pembentukan suatu pemahaman dan komitmen bersama dari berbagai pemangku kepentingan, antara lain korporasi, pemerintah daerah, provinsi, organisasi nirlaba dan para pemimpin komunitas lokal.

Pakar manajemen bisnis dari Harvard University Robert S Kaplan mengatakan strategi nilai bersama harus menawarkan manfaat ekonomi bagi perusahaan agar dapat menarik dukungan berkelanjutan dari para direksi dan pemegang sahamnya, serta manfaat lingkungan dan sosial bagi masyarakat. Kesemuanya itu harus berpartisipasi dan berkontribusi jika manfaat-manfaat tersebut ingin dicapai.

"Strategi Shared Value harus menawarkan manfaat ekonomi kepada perusahaan untuk menarik dukungan berkelanjutan dari pemegang saham dan dewan, serta manfaat lingkungan dan sosial masyarakat," ujar dia di Jakarta, Rabu (1/6).

Menurut dia, Shared Value memfasilitasi sektor publik dan organisasi swasta menciptakan strategi yang memiliki dampak positif dan berkepanjangan. Apalagi Indonesia merupakan negara berkembang membutuhkan komitmen tinggi dari korporasi, pemerintah, serta masyarakat.

Adapun creating Shared Value (CSV) adalah sebuah konsep dalam strategi bisnis yang menekankan pentingnya memasukkan masalah dan kebutuhan sosial dalam perancangan strategi perusahaan. Strategi itu merupakan pengembangan dari konsep tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate social responsibility/CSR).

Selain G-7, Indonesia sendiri telah berperan aktif dalam pembahasan rumusan berbagai agenda di G-20. Secara konsisten, Indonesia telah mendorong agar investasi infrastruktur dapat menjadi agenda pembahasan prioritas dalam pertemuan Forum G-20. Bahkan, sejak 2011 diperjuangkan secara serius untuk menjadi agenda prioritas Forum G-20.

Melalui peran aktif tersebut maka Indonesia dapat memperjuangkan kepentingan nasional untuk peningkatan kapasitas ekonomi domestik melalui peningkatan pembiayaan di sektor infrastruktur, sekaligus membantu negara-negara berkembang di luar G-20 untuk mendapatkan akses yang lebih besar kepada sumber-sumber pembiayaan jangka panjang. Khususnya pembiayaan oleh sektor swasta, yang diperlukan untuk mendukung program-program pembangunan nasional.

Rekomendasi