Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberi kuliah umum (inspiring lecture) kepada 5.000 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari 67 Kementerian/Lembaga pada acara Presidential Lecture. Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani mengingatkan CPNS mengenai pentingnya memberikan perubahan dalam suatu institusi.
"Kalau kita lihat dalam survei yang sekarang disebut World Economic Forum maka reputasi Indonesia belum melayani, belum efisien atau korupsi. Jadi jangan Anda merasa Anda sudah masuk di satu institusi dan Anda tidak perlu berkontribusi sesuatu," ujar Sri Mulyani di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (27/3).
Sri Mulyani mengatakan, jangan sampai setelah 5 tahun menjadi bagian birokrasi karena tidak melakukan perubahan CPNS terpilih menjadi bodoh. "Masing-masing Anda harus menjadi bagian dari perubahan. Saya akan sampaikan jangan pernah sesudah Anda menjadi bagian birokrasi dalam 5 tahun Anda menjadi makin bodoh," jelasnya.
Sri Mulyani mengatakan, CPNS harus mampu menambah ilmu dan memperbaiki diri sesuai dengan perkembangan zaman. Termasuk melakukan kemudahan kinerja dengan memanfaatkan teknologi di institusi di mana ditempatkan.
"Tidak ingin menambah ilmu maka saya jamin anda akan menjadi makin bodoh dalam 5 tahun. Makanya kita harus terus memiliki disiplin memperbaiki diri. Jangan pernah anda merasa sudah lulus anda tidak perlu lagi membuktikan apa-apa dan continues learning menjadi penting," jelasnya.
Penggunaan Teknologi harus terus dilakukan agar pekerjaan lebih transparan, cepat dan profesional. Sehingga, tidak butuh waktu lama menyelesaikan perizinan-perizinan yang sebenarnya hanya butuh waktu singkat.
"Indonesia masih dianggap menjadi perubahan yang dianggap akan dapat lebih baik. Kita menggunakan teknologi agar kerjanya lebih keras, cepat dan transparan serta profesional dalam melayani masyarakat," tandasnya.